INPUTRAKYAT_MORUT,–Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kabupaten Morowali Utara, Ince Moh Arief Ibrahim didaulat menjadi pemateri pada kegiatan rapat koordinasi daerah (Rakorda) pengadaan yang digelar ULP Pemda Morut, Kamis (16/8/2024).
Sebagai pengantar materinya, Ketua KADIN Morut, Ince Moh Arief Ibrahim mengatakan, ketika saya berbicara soal perkembangan pasar digital saya selalu melampirkan data biar tidak disebut mengada-ada, ungkapnya.
“Dikegiatan ini saya akan menunjukkan perkembangan pasar digital sejak kita rintis sampai dengan pencapaian saat ini,” ujarnya.
Lanjutnya, untuk sektor UMKM dia hanya berada diangka 6,19 persen, kemudian kita diskusikan perihal makan minum dan sebagainya, datanya hanya 11 persen.
“Jadi saya istilahkan uangnya ada berputar, industrinya ada di daerah kita tetapi kemudian mungkin hari ini saya mau sampaikan bahwa itu semua flying money artinya uang ini terbang keluar yang hanya pada di sektor-sektor tertentu dan tidak menyentuh pada sektor UMKM,” tandasnya.
“Sebagai anak muda, sebagai generasi milenial, saya selalu meyakini dari pada kita sibuk berkomentar, sibuk mengkritik, mending kita menjadi lilin ditengah gelapnya keadaan walaupun kecil namun bisa memberi arti dan bisa berkontibusi,” serunya menyamangati peserta Rakorda.
Masih dikatakannya, saat ini kita dorong yang disebut pasar digitalisasi, dan alhasilnya empat tahun terakhir ini kita mendorong aplikasi Drive Morut, bukalapak dan keranjang belanja.
“Berdasarkan data drive yang tiga tahun ini kita kerjasamakan, alhamdulillah yang sudah mendowload aplikasi drive sebanyak 12.370 orang, kemudian mitra driver sebanyak 233, kuliner UMKM yang sudah terdigitalisasi 358 dengan total menu didalam aplikasi 7.532,” jelasnya.
“Jadi sepanjang tiga tahun drive kita dorong di Morowali Utara total orderan sudah mencapai 269.450, bila kita sederhanakan kurang lebih uang berputar untuk kurir-kurir driver sebesar Rp 2 Miliar,” paparnya lagi.
Sementara total perputaran uang di ekosystem digital yang sudah kita dorong kurang lebih Rp. 8,8 Miliar di Morowali Utara khususnya di Kecamatan Petasia.
Lanjut dia, berbicara data driver hanya 42 persen rata-rata pertumbuhannya. Sementara waktu kita mulai diawal orang yang percaya dan berjalan hanya 12 orang dan sampai saat ini sudah 233 orang yang ikut begabung di aplikasi drive.
“Jumlah pedagang menurut BPS di Morowali Utara yakni perdagangan besar, menengah dan pedagang kecil sudah mencapai 2006 orang. Untuk di kecamatan Petasia yang drive sudah berjalan, Petasia Timur yang sudah bertumbuh demikian hal nya di Kecamatan Lembo.
“Tetapi dari 2006 yang baru bisa terdigitalisasi hanya kurang lebih 17 persen dan 83 persen sisanya masih lost, kendalanya ada pada infrastruktur, jaringan internet dan listrik,” terangnya.
Ia pun menyebut, bahwa generasi yang mendominasi tergabung dalam ekosistem digital yakni generasi Z usia 9-27 tahun itu sebanyak 52,8 persen, milenial 41,6 persen, dan usia dewasa hanya sekitar 5,6 persen.
Namun saya selalu yakin tambahnya, apa pun yang kita idekan, yang kita fikirkan namun kalau kita tidak memulai berjalan maka tentu hanya sebatas ide saja.














