Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Diduga Dianiaya Saat Antar Paket, Seorang Kurir JNE Malili Melapor ke Polisi

1055
×

Diduga Dianiaya Saat Antar Paket, Seorang Kurir JNE Malili Melapor ke Polisi

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Seorang kurir JNE Malili inisial MAW mendapat perlakukan tidak mengenakkan.

Ia diduga dianiaya saat mengantar paket ke rumah salah satu customer, inisial JAB di Bangker, Kelurahan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Informasi yang dihimpun, JAB merupakan Direktur Utama PT. Guna Abadi Lutim (GAL).

Tak terima perlakuan tersebut, MAW melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polisi, Selasa (18/01/2022) malam.

Ditemui di Mapolres Luwu Timur, MAW mengatakan, saya melaporkan JAB karena saya dipukuli ketika saya hantarkan paketnya siang tadi.

Sebelumnya, saya menghubungi JAB melalui hendpone kalau paketnya akan diantarkan, dan dia pun mengiyakan.

Setiba disana kata MAW, saya sampaikan ke JAB kalau pesanannya dalam bentuk COD seharga Rp 1.180.000.

Pada saat dia ambil, ia mengatakan, bisa ga’ dibuka de, saya pun menjawab nda bisa pak, ini COD ada uang baru bisa dibuka.

Tak sampai disitu, ia tetap berusaha untuk membuka segel paket pesanannya, namun saya tetap bertahan sampai dua kali, namun ketiga kalinya ia tetap memaksa lalu membuka.

Saat dia buka, ia pun mengatakan kenapa begini de’ barang ku tidak sesuai pesanan? Saya pun menjawab saya nda tau pak, saya hanya kurir untuk mengantarkan saja.

Tidak hanya itu, JAB juga mengatakan, kamu ambil ya, saya bilang tidak pak demi Allah, paket ta’ tersegel rapih pak.

“Saya langsung meninggalkan barang tersebut lalu bergeser ke motor yang saya kendarai, namun saya kembali dipanggil masuk ke rumahnya ternyata saya langsung dipukuli tepat dibagian kepala, beruntung saya menggunakan helm,” terangnya lagi.

Setelah kejadian itu, saya kembali ke motor untuk bergegas pergi, namun tiba-tiba ada dua orang temannya menghampiri lalu mencekik leher saya.

“Orang yang didepan saya mencekik satu kali dan yang dibelakang dua kali, jadi tiga kali saya dicekik,” jelasnya.

Selang beberapa menit lanjut MAW, seorang ibu-ibu menghampiri saya lalu meminta saya untuk pergi.

“Sudah mi’ de, pulang mi’ ki’ saja, dari pada ada apa-apa. Dan saya pun lanjut mengantarkan paket lain, setelah itu saya pergi visum dan melaporkan kejadian ini ke Polisi,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada tanggapan JAB mengenai persoalan tersebut.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *