Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Diduga Dikerja Asal-Asalan, Proyek Ini Telan APBD Rp. 189,9 Juta

460
×

Diduga Dikerja Asal-Asalan, Proyek Ini Telan APBD Rp. 189,9 Juta

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Proyek pembangunan dan peningkatan jalan produksi Poktan Harapan Baru, Puncak Indah telan APBD Tahun 2018 sebesar Rp. 189,9 Juta.

Pantauan media ini, Sabtu (22/09/18) proyek tersebut berlokasi di Km 5 Dusun Balambano Indah, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur.

Pekerjaan sementara berjalan. Sesui pada papan proyek masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Belum diketahui volume pekerjaan. Pasalnya, hal tersebut tak tertera pada papan proyek.

Menurut warga setempat yang enggan di publikasikan namanya mengatakan, kalau pekerjaan ini tak sesuai dengan pembicaraan dari awal dan bahkan pelaksanaannya terkesan asal-asalan.

Dimana rekanan kepada kami (warga-red) mengatakan sebelum pekerjaan dilaksanakan, dia (rekanan-red) akan menurunkan lebih awal alat berat berupa Excavator, ungkapnya kepada InputRakyat.co.id.

Alat berat itu katanya, dipakai untuk membersihkan sebelum memasukkan material, sekaligus digunakan untuk menghampar batu cadas.

Namun nyatanya, sampai saat ini saya belum pernah lihat alat berat itu. Sementara material sudah dihampar dengan cara manual, terangnya.

Menurutnya, selama pekerjaan ini berlangsung, saya belum lihat gambar pekerjaan, supaya kami tahu berapa panjangnya, lebar dan ketebalan.

“Kalau saya lihat lebar pekerjaan ini, sepertinya berpariasi ada yang 3 meter, 2 meter dan bahkan diujung pekerjaan tidak sampai 2 meter,” ucapnya.

Ia menambahkan, kalau begini metode pekerjaannya sampai selesai, tentu kami dirugikan sebagai pemanfaat. Dan tak tanggung-tanggung pekerjaan ini kami minta untuk dihentikan, tandasnya.

Untuk diketahui, kontraktor pelaksana yakni CV. Artha Jaya Kontruksi dan Konsultan pengawas CV. D’luna Engeenering.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas Pertanian Lutim.

Tampak salah satu titik pekerjaan dihampar secara manual.

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *