INPUTRAKYAT_LUTIM,—Semangat literasi dan kreativitas mewarnai pelaksanaan Festival Literasi yang digelar di UPT SDN 228 Lagaroang, Desa Baruga, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menyalakan Lentera Literasi, Membangun Generasi Berprestasi”. Festival ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap membaca, menulis, berpikir kritis, sekaligus mendorong siswa agar berani berkarya dan menunjukkan prestasi.
Festival Literasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palopo. Puncak kegiatan KKN tersebut dilaksanakan di UPT SDN 228 Lagaroang pada Sabtu malam dengan melibatkan pihak sekolah, mahasiswa, siswa, orang tua, serta unsur pemerintah desa.
Kepala UPT SDN 228 Lagaroang, Meldawati, mengatakan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga menjadi jendela bagi siswa untuk mengenal dunia, memahami kehidupan, berpikir kritis, serta menemukan berbagai peluang untuk meraih cita-cita.
Ibarat sebuah lentera, lanjutnya, literasi memberikan cahaya ketika seseorang berada dalam kegelapan. Dengan membaca, seseorang memperoleh ilmu. Dengan ilmu, seseorang dapat berpikir. Dari kemampuan berpikir tersebut, lahir karya dan prestasi.
Karena itu, kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini. Siswa didorong untuk membaca setiap hari, menulis ide dan pengalaman, bertanya dengan rasa ingin tahu, serta berani menyampaikan pendapat.
“Jadikan buku sebagai sahabat dan ilmu sebagai bekal untuk masa depan. Membaca hari ini, berprestasi esok hari. Literasi menyala, generasi berjaya,” menjadi semangat yang digaungkan dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Meldawati juga menyampaikan sebuah pantun yang menggambarkan semangat Festival Literasi:
Pergi ke taman memetik melati,
Melati harum di malam hari.
Lentera literasi menerangi hati,
Membangun generasi berprestasi.
Suasana festival semakin meriah dengan berbagai penampilan dan kegiatan literasi yang melibatkan para siswa.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah desa, orang tua, mahasiswa, dan peserta didik.
Hadir dalam kegiatan tersebut aparat Desa Baruga, anggota BPD Baruga, Ketua BUMDes Desa Baruga, orang tua murid, guru UPT SDN 228 Lagaroang, mahasiswa KKN Unismuh palopo, serta siswa kelas V dan VI.
Melalui Festival Literasi, UPT SDN 228 Lagaroang terus mendorong tumbuhnya budaya membaca dan berkarya di lingkungan sekolah.
Literasi diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Dengan menyalakan lentera literasi sejak dini, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, kritis, dan mampu meraih prestasi.(Solihin.)














