Example 728x250
Example 728x250
Input Palopo

Gandeng Dinas Pertanian, Lapas Palopo Kembangkan Kemandirian Warga Binaan

125
×

Gandeng Dinas Pertanian, Lapas Palopo Kembangkan Kemandirian Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, saat melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala Dinas Pertanian Kota Palopo membahas pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan, Senin 3 November 2025. (Dok: Lapas)

INPUTRAKYAT, PALOPO – Dalam rangka memperkuat kolaborasi antarinstansi dan mengembangkan program pembinaan kemandirian warga binaan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Kantor Dinas Pertanian Kota Palopo, Senin (3/11/2025).

Dalam kunjungan itu, Jose Quelo didampingi Kasi Kegiatan Kerja Lapas Palopo, Ardhi Mahardhika.

Kunjungan tersebut membahas peluang kerja sama dalam bidang pertanian, khususnya terkait pengembangan program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pelatihan dan kegiatan pertanian produktif di lingkungan Lapas Palopo.

Kepala Lapas Palopo, Jose Quelo, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mengembangkan keterampilan warga binaan agar siap beradaptasi dan berkontribusi di tengah masyarakat setelah bebas.

“Kami ingin pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek mental dan spiritual, tetapi juga pada keterampilan yang nyata dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya di bidang pertanian,” ujar Jose.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Palopo, Muhammad Ibnu Hasyim, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pembinaan yang dilakukan Lapas Palopo.

Menurutnya, sinergi ini merupakan bentuk kolaborasi positif antara instansi pemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian masyarakat melalui sektor pertanian.

Melalui silaturahmi dan koordinasi ini, diharapkan ke depan terbangun kerja sama berkelanjutan antara Lapas dan Dinas Pertanian Palopo, mencakup pelatihan teknis pertanian, penyediaan bibit, hingga pendampingan bagi warga binaan.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat program pembinaan di Lapas, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memiliki keterampilan produktif yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *