Example 728x250
Example 728x250
Input Ekonomi

Hasil Data BPS, Indeks Pembangunan Desa Sulsel Meningkat 3,29 Poin

464
×

Hasil Data BPS, Indeks Pembangunan Desa Sulsel Meningkat 3,29 Poin

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan berita resmi statistik Hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) Sulawesi Selatan 2018, Senin (10/12/2018).

Yos Rusdiansyah Selaku Ketua BPS Sulsel mengatakan Pembangunan desa menjadi salah satu prioritas Pemerintah saat ini bagaimana dinyatakan dalam Nawacita ketiga, yaitu ‘Membangun desa dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kerja negara kesatuan’.

“Nawacita ingin membangun Indonesia Dari pinggiran dengab memperkuat desa, bagaimana kondisi desa terkini tentu perlu data, saat ini terdapat 3.049 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa di Sulawesi Selatan Tahun 2018 dengan IPD sebesar 63,57,” ujar Yos di Kantor Bps Sulsel, jalan Haji Bau, Makasssar.

Kepala BPS Sulsel Yos Rusdiansyah juga menjelaskan, Pendataan Potensi Desa (Podes) dilaksanakan 3 kali dalam 10 tahun.

“Berdasarkan hasil Podes Sulawesi Selatan 2018, tercatat 3.049 wilayah administrasi pemerintah setingkat desa yang terdiri dari 2.255 desa, 792 kelurahan, dan 2 UPT/SPT. Podes juga sebanyak 307 kecamatan dan 24 kabupaten/kota,” jelasnya

BPS melakukan penghitungan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan kaegori tertinggal, berkembang, dan mandiri. Semakin tinggi IPD menunjukkan semakin mandiri desa tersebut. Jumlah desa tertinggal 168 ( 7,45 persen) , desa berkembang 1.967 ( 87,23 persen ) , dan desa mandiri 120 (5,32 persen).

Rata-rata IPD untuk Dimensi Transportasi 82,95, Dimensi Penyelenggaraan Pemerintah Desa 76,76, Dimensi Pelayanar Dasar 62,34, Dimensi Pelayanan Umum 54,01, dan Dimensi Kondisi Infrastruktur 47,96.

Yos Rusdiansyah menambahkan, untuk Sulsel ada peningkatan nilai indeks pembangunan desa 60,28 menjadi 63,57 atau meningkat 3,29 point. Sulsel masuk dalam kategori desa – desa berkembang.

“Ada 3 kategori desa, yaitu, desa
tertinggal, desa berkembang, dan desa mandiri dan untuk Sulsel, rata – rata masuk kategori desa berkembang, kita berharap suatu saat nanti yang desa tertinggal akan naik menjadi berkembang yang berkembang naik menjadi mandiri, masih ada sekitar 167 desa yang masuk dalam kategori tertinggal,” ungkapnya.

Lebih jauh Yos Rusdiansyah menjelaskan, Indikator desa tertinggal yang perlu ditingkatkan, yakni, Pelayanan Dasar, Kondisi Infrastruktur dan juga Pelayanan Umum serta aksesibilitas Transportasi sehingga masyarakat desa juga bisa hidup lebih baik.

“Pembangunan desa ikut mensejahterakan masyarakat di desa masing-masing,” pungkasnya.

Liputan : Noya | Editor : Amk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *