Example 728x250
Example 728x250
Input PolitikInput Regional

HMI Berbicara : Studi Kristis Peran Pemuda Menjelang Pesta Demokrasi Sulsel

418
×

HMI Berbicara : Studi Kristis Peran Pemuda Menjelang Pesta Demokrasi Sulsel

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Hukum Universitas Hasanuddin (UNHAS) cabang Makassar Timur gelar diskusi publik bertajuk HMI Berbicara : Studi Kristis Peran Pemuda Menjelang Pesta Demokrasi Sulsel, di Warkop Kopizone, Jln Boulevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat 30 Maret 2018.

Hadir sebagai pembicara pada diskusi ini, Advokat Kondang Kota Makassar, Irfan Idham S.H, saat di temui Inputrakyat.co.id, ia mengaku mengapresiasi kegiatan diskusi publik, yang dilaksanakan HMI Komisariat Hukum UNHAS

“Saya apresiasi kegiatan yang dilakukan HMI komisariat hukum, bahwa memang penting sekali peran pemuda dalam mengawal pilkada.

“Sekaitan kegiatan ini, selain saya apresiasi saya juga merekomendasi kepada teman-teman bahwa hasil dari diskusi ini kemudian bisa ada keluar semacam kesimpulan rekomendasi yang di terus kan kepada masing-masing calon kandidat Pilkada Serentak 2018, juga kepada penyelenggara pemilu baik KPU maupun Panwas, saya berharap dalam proses pilkada kedepan semua bisa sesuai dengan aturan main dan kita gaungkan yang namanya pilkada damai” ujar Irfan

Sementara itu, Pengamat Politik Unismuh, Arqam Azikin, yang juga hadir sebagai narasumber diskusi publik di Kopizone, mengatakan, HMI Komisariat fakultas hukum UNHAS yang melaksanakan dialog ini tentunya telah memiliki target tentang gambaran kritis kondisi Politik yang terjadi di Sulawesi Selatan.

“Dari apa yang sudah terjadi, terutama masalah pilkada serentak Sulsel 2018, adek-adek mahasiswa harus memahami bahwa pilkada ini tidak se-sederhana yang dikira, tidak hanya dengan konstalasi awal tapi saya ingatkan supaya mengawalnya hingga akhir, kita berharap ini adalah bagian dari pendidikan politik supaya adek-adek terlibat langsung dalam proses memilih di TPS supaya mereka tidak golput” tutur Arqam

Selain itu, Arqam menambahkan, mahasiswa sebagai kaum pergerakan jangan hanya memberi kritikan tapi juga mampuh membantu dengan memberi solusi, lewat konsep ide dan pemikiran.

“Fungsi mahasiswa memang kontrol sosial mengeritik atau memberi masukan, tapi tidak cukup hanya kritik, tapi harus melakukan yang namanya gerakan-gerakan konseptual, di lain sisi ada kritik ok, tapi di lain sisi juga tetap harus memberikan konseptualnya, sebagai kaum intelektual muda dia harus punya konsep untuk menawarkan ke para politisi para pelaku pilkada dan seterusnya supaya ada pembelajaran, bagi adek-adek mahasiswa sebagai kaum pergerakan” tandas Arqam.

Liputan:Noya | Editor:Zhakral

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *