Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Husler: Jangan BAB Sembarang

515
×

Husler: Jangan BAB Sembarang

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Tiga Kecamatan di Kabupaten Luwu Timur masing-masing Kecamatan Mangkutana, Angkona dan Kalaena mendeklarasikan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BAB) atau Open Defection Free (ODF). Kegiatan ini di fasilitasi Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur. Deklarasi dipusatkan di Lapangan Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Senin (16/12/2019).

Deklarasi ODF ini juga di hadiri langsung Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler. Deklarasi ODF ditandai penyerahan piagam penghargaan kepada Camat Mangkutana, Camat Angkona dan Camat Kalaena serta
piagam penghargaan kepada Desa/Kelurahan, tenaga Sanitarian Puskesmas serta penyerahan kendraan bermotor kepada sinatarian puskesmas yang berdedikasi mencapai target 100 persen.

“Saya ingin masyarakat sadar akan gerakan ini, dan ikut merealisasikan kegiatan ODF ini, ayo Jangan BAB sembarangan,” ajak Husler dalam sambutannya.

Menurut Bupati, program ODF ini juga sejalan dengan gerakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang muaranya mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Oleh karena itu program ini harus terus digalakkan dan disosialisasikan dimasyarakat sehingga target pemerintah daerah bisa 100 persen ODF.

Sementara Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Luwu Timur, Junaedi mengatakan Deklarasi Stop BABS bertujuan mendorong masyarakat meninggalkan perilaku berisiko melalui peningkatan sanitasi yang layak.

Dikatakannya, ada empat kategori penyakit yang terkait dengan air. Pertama, air minum yang mengandung patogen mengakibatkan penyakit diare. Kedua, kurangnya air higienis untuk mandi dan mencuci menyebabkan penyakit jamur atau kudis. Ketiga, bibit penyakit yang memiliki siklus hidup melalui air seperti Schistosomiasis. Keempat, vektor yang hidupnya bergantung pada air, seperti malaria dan demam berdarah.

Lanjut Junaedi, sebanyak 28% anak balita Indonesia mengalami stunting, menurut Studi Pemantauan Status Gizi Kemenkes 2016. Bukan hanya kurang makan, melainkan kesehatan lingkungan secara tidak langsung pun memunculkan stunting akibat munculnya penyakit cacingan dan kurang gizi.

Gerakan ODF mulai dilakukan di Kabupaten Luwu Timur sejak tahun 2014 sejak ikut program Pamsimas. Hingga Desember 2017 dilakukan deklarasi pertama ODF dengan jumlah 26 Desa dan keluraha. Pada tahun 2018 diikuti 22 Desa dan kelurahan serta untuk tahun 2019 diikuti 3 kecamatan sebanyak 79 Desa atau kelurahan dari 127 desa /Kelurahan yang ada di Luwu Timur.

Dalam kegiatan ini juga hadir pula Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Kasri.

Liputan: Hms/Ikp | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *