INPUTRAKYAT_LUTIM,–Beberapa hari terakhir, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Luwu Timur dipadati sejumlah kendaraan.
Informasi yang dihimpun, antrean ini dipicu oleh kabar eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang meningkat dan dikhawatirkan berdampak pada pasokan energi termasuk BBM.
Isu tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan memicu kepanikan, meski belum ada kebijakan resmi terkait kenaikan harga ataupun pembatasan distribusi.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdagkop UKM Lutim, Senfry Octavianus mengatakan, bahwa hingga saat ini stok BBM masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, ungkapnya, Selasa (7/4/2026).
“Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pertamina terkait dengan kondisi stok mau pun harga BBM,” ujar Senfry.
Olehnya itu kata Senfry, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok BBM saat ini masih normal dan distribusi berjalan lancar.
Selain BBM, kekhawatiran juga sempat meluas pada ketersediaan gas LPG. Namun, Senfry kembali menegaskan bahwa stok tabung LPG, termasuk yang bersubsidi, masih tersedia dan tidak mengalami gangguan distribusi.
Menurutnya, pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar serta distribusi energi untuk memastikan tidak terjadi penimbunan maupun spekulasi yang dapat merugikan masyarakat.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar. Kami memastikan akan terus menjaga stabilitas pasokan dan harga agar tetap terkendali di tengah dinamika global yang terjadi,” pungkasnya.














