INPUTRAKYAT_LUTIM — Proyek perbaikan Jalan Poros Sorowako di Km 4, Dusun Balambano Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dikeluhkan warga dan pengendara. Material hasil kupasan badan jalan disebut menimbulkan debu yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas.
Keluhan paling banyak muncul di titik pekerjaan yang berada di sekitar permukiman. Debu disebut masuk ke rumah dan kios warga hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kilo-Kilo (FKMKK), Zainal mengatakan kondisi tersebut meresahkan warga. Menurut dia, debu tidak hanya berasal dari material jalan, tetapi bercampur dengan semen dari pekerjaan perbaikan.
“Ini bukan hanya debu biasa, tapi bercampur semen sehingga mengancam kesehatan masyarakat,” kata dia.
Ia mempertanyakan metode pengerjaan proyek tersebut. Menurut dia, terdapat sejumlah titik badan jalan yang telah dikupas, namun tidak segera dilanjutkan dengan pengaspalan.
“Beberapa titik dikupas dan dibiarkan. Tidak langsung diaspal per titik. Akibatnya debu bertebaran dan masuk ke rumah serta kios warga,” ujarnya.
Warga, kata dia, bahkan harus menyiram badan jalan secara manual untuk mengurangi debu yang beterbangan ketika kendaraan melintas.
FKMKK meminta perusahaan pelaksana segera mengambil langkah untuk mengendalikan debu selama pekerjaan berlangsung.
Ia mengatakan warga berpotensi menghentikan pekerjaan jika keluhan tersebut tidak ditangani.
“Kami minta perusahaan pelaksana serius menyikapi persoalan ini. Kalau tidak, tentu kami akan turun menghentikan pelaksanaan,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, identitas perusahaan pelaksana proyek belum diketahui. Informasi yang diperoleh menyebut perusahaan tersebut merupakan subkontraktor dari PT Vale Indonesia.
Namun, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun PT Vale mengenai keluhan warga dan metode pengerjaan proyek tersebut. (Rama).














