INPUTRAKYAT_PALOPO,–Para pelajar Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, sebanyak 21 orang terlibat pengguna Pil PCC akhirnya tiba di BNN Kota Palopo, Jumat (02/03/18) pukul 05.00 Wita Sore, guna menjalani proses assesmen.
Terlihat ke 21 pelajar tersebut diangkut menggunakan mobil mini bus milik Polres Luwu Timur, serta didampingi BNK Lutim dan pihak Polres Luwu Timur.

Saat ini dikabarkan ke 21 pelajar tersebut menjalani proses assesmen di ruang BNN Kota Palopo dengan durasi 30 menit perorang.
Suparman selaku Plt. Kepala BNN Kota Palopo mengatakan, saat ini mereka menjalani proses assesmen. Kami belum bisa pastikan prosesnya selesai sampai jam berapa, karena durasi pemeriksaan oleh pihak kami selama 30 menit perorang, ungkapnya kepada InputRakyat.co.id.
Lanjutnya, usai pemeriksaan maka ke 21 orang tersebut akan dikembalikan ke BNK Luwu Timur, katanya.
Disinggung berapa yang direhap kata Suparman, itu belum bisa kami pastikan karena besok hari libur, kemungkinan hari senin dilakukan pemeriksaan.
“Bukan kami melakukan pemeriksaan, kami hanya proses assesmen, ada dokter nantinya yang akan memeriksa ke 21 pelajar itu. Nah, disitulah baru kami tahu seperti apa hasilnya nanti, ujar Suparman.
Lebih jauh Ia menjelaskan, dari hasil itu nantinya akan ketahuan berapa orang pengguna aktif atau pengguna cukup lama dan pengguna sedang serta pengguna ringan, bebernya.
“Untuk pengguna aktif tentunya akan dilakukan rehabilitasi atau rawat inap, karena kami belum memiliki tempat rehab rawat inap. Tempat itu baru ada di Makassar, maka dilakukan rehab jalan selama tiga bulan. Jadi setiap minggu mereka ke Palopo. Untuk pengguna sedang dilakukan hal yang sama, sementara pengguna ringan kita lakukan intervensi singkat, itu hanya empat kali pertemuan dan dianggap sudah selesai, ucapnya.
Sementara itu, Fahri Sekertaris BNK Lutim mengungkapkan, bahwa berdasarkan data yang kami terima dari Polres Lutim sebanyak 21 orang pelajar asal Lutim dan 1 orang pelajar asal Kota Palopo namun warga Lutim tertangkap oleh Polres Lutim sebagai pengguna Pil PCC.
Liputan: Amir | Editor: Amk.












