Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

Januari 2018, Nilai Ekspor dan Impor di Sulsel Menurun

436
×

Januari 2018, Nilai Ekspor dan Impor di Sulsel Menurun

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,–Secara resmi, Badan Pusat Statistik (BPS)  Provinsi Sulawesi Selatan merilis perkembangan ekspor dan impor bulan Januari 2018, Kamis (15/02/18).

Nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2018 tercatat mencapai US$ 66.06 Juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 45,88 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Desember 2017 yang mencapai US$ 122,06 Juta.

“Ini bisa  disebabkan itu karena permintaan, karena kalau kita lihat memang volume yang dikirim berkurang, seperti misalnya nikel itu sekitar 5.000 ton berkurang,  memang kalau kita lihat harga juga belum bisa bagus, yang sebelumnya, jadi menurut saya itu masih belum didalami tapi paling tidak kalau kita lihat sekarang permintaan yang memang berkurang” ujar Kepala BPS Sulsel Nursam Salam di Kantor BPS Sulsel, Jln.H. Bau No.18, Losari, Kota Makassar.

Sementara itu, capaian Januari 2018 tercatat mengalami penurunan sebesar 28,36 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 92,21 Juta.

Lima komoditas utama yang di ekspor pada bulan Januari 2018 yaitu Nikel, Biji-bijian Berminyak dan Tanaman Obat, Kakao/Coklat, Udang dan Hewan Air Tidak Bertulang Belakang lainnya, serta Garam, Belerang dan Kapur dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 67, 57 persen, 10,94 persen, 4,83 persen, 4,08 persen dan, 3,43 persen dan 3,11 persen.

Sebagian besar ekspor pada bulan Januari 2018 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Malaysia, dan Vietnam dengan proporsi masing-masing 71,00 persen, 15,14 persen, 3, 43 persen dan 3,11 persen.

Januari 2018, untuk impor Sulawesi Selatan Menurun 9,25 persen dibandingkan bulan Desember 2017.

Nilai Impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2018 tercatat mencapai US$ 82,74 Juta. Angka ini mengalami penurunan 9,25 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Desember 2017 yang mencapai US$ 91,18 Juta.

Sementara itu, capaian Januari 2018 tercatat mengalami penurunan sebesar 15,10 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 97,46 Juta.

Lima komoditas utama yang diimpor pada bulan Januari 2018 yaitu Bahan Bakar Mineral, Mesin/Peralatan Listrik,
Gandum Ganduman, dan dan Ampas/Sisa Industri Makanan serta Produk Keramik dengan distribusi persentase masing-masing sebesar 39,56 persen, 35,79 persen, 7,78 persen, dan 5,08 persen serta 2,91 persen.

Sebagian besar impor pada bulan Januari 2018 didatangkan dari Singapura, Denmark, Ukraine, dan Tiongkok dengan proporsi masing-masing 39,68 persen, 28,33 persen, 7,96 persen, dan 6,67 persen.

Liputan: Noya | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *