Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

JK Apresiasi Pelaksanaan Pembangunan Makassar New Port

383
×

JK Apresiasi Pelaksanaan Pembangunan Makassar New Port

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,–Hari ini Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi lokasi Makassar New Port (MNP). Kunjungan itu tampak cukup antusias dengan progress salah satu proyek strategis Nasional yang kini realisasi agregatnya telah mencapai 59.65%.

Kunjungan ke MNP dilakukan orang nomor dua di Indonesia ini, usai berkunjung ke Kantor Pusat PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Makassar, Jumat (26/01/18).

JK, sapaan akrab Wapres, mengatakan cukup puas dengan apa yang sudah dilakukan PT Pelindo IV, terutama dalam hal percepatan pembangunan MNP yang ditarget rampung pada Oktober tahun ini.

Dia berharap agar pembangunan salah satu mega proyek di Sulawesi Selatan ini bisa diselesaikan sesuai yang direncanakan sehingga tahun depan dapat dioperasikan secara optimal.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung mengatakan hingga 24 Januaru 2018 total konstruksi fisik atau realisasi agregat dari proyek MNP Tahap I telah mencapai 59,65%.

Terdiri dari progress di Tahap I A yang pembangunannya dimulai pada 3 Juni 2015 telah mencapai 60,20%.”Sedangkan Tahap I B yang pembangunannya dimulai pada 5 September 2016 sudah mencapai
63,69% dan Tahap l C yang mulai dibangun pada 30 September 2016 progressnya telah mencapai 39,62%,” urai Doso Agung.

Ia menambahkan bahwa pihaknya optimistis pembangunan MNP akan rampung sesuai target yang telah dipatok.

Menurutnya, saat ini untuk paket A sedang dilakukan reklamasi untuk dermaga, fabrikasi tulangan struktur secant pile dan bore pile dermaga dan pekeriaan secant piledan bor.

Di paket B, pekerjaan yang dilakukan yaitu reklamasiarea container yard, pekeraan roil
replacement area causeway, pekerja dan pengecoran saluran precast.

“Sedangkan di aanrevetment paket C sedang dilakukan produksicore 1-5 kg, produksiunderiayer 5-10 kg, pemasangan core breakwater (1-5 kg) dan pemasangan toe protection breakwater 60 kg),” paparnya.

Disebutkan bahwa pembangunan MNP terbagi dalam beberapa tahapan utama, di mana untuk Tahap I terdiri dari tiga paket pengerjaan yakni paket A, B dan C.

“Secara terrinci, pengerjaan paket A meliputi pembangunan akses jalan, dermaga dan lapangan penumpukan petikemas yang akan memiliki kapasitas terpasang mencapai 1,5 juta twenty-equivalent unit (TEU).”

Sementara itu, kegiatan untuk paket B mencakup reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 lebih 16 hektare dan pengerukan kolam pelabuhan meter lapangan peti kemas sekitar 16,0 mean low water springs.

Sedangkan kegiatan untuk paket pembangunan breakwater sepanjang 1.310 meter, terangnya.

Adapun, kebutuhan investasi
ini yakni, paket A menyerap anggaran setiap paket untuk Tahap I sebesar Rp. 326 miliar, paket B sebesar Rp 1,06 triliun dan untuk paket C mencapai Rp.228 miliar.

Hingga Desember 2017, penyerapan anggarannya sudah mencapai 40% atau Rp.600 miliar, pembangunan fisik MNP mencapai 55,96%, sebutnya.

Farid menuturkan, dalam menyelesaikan MNP Tahap L cukup banyak kendala yang ditemui. Selain faktor cuaca ekstrim persoalan lahan juga menjadi masalah besar yang dihadapi
didalam tahap pembangunan mega proyek ini. Dimana ditemukan 9 ranjau bom yang cukup menjadi kendala besar pada beberapa waktu lalu. Sehingga pembangunan MNP Tahap I sempat terhenti.

Bersyukur, bersama Angkatan Laut, ranjau tersebut berhasil dijinakkan dan kami bisa melanjutkan kembali pembangunan MNP.”Semoga kendala berarti tidak lagi kami temui,” ucapnya.

Farid juga mengatakan, selain merampungkan Tahap 1 A, haknya kini juga tengah melakukan persiapan untuk pembangunan dermaga sepanjang 670 meter untuk Tahap IB dan C.

“Sehingga, ketika Tahap I A nanti rampung, kami bisa langsung mengerjakan yang Tahap IB dan C,” tutupnya.

Liputan: Noya | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *