Kadis Kesehatan Lutim dan Akun FB Nurbaeti Baeti Diadukan ke Polisi

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Melisa Jaya, Warga Desa Langkeraya, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, mendatangi Mapolres Luwu Timur, Sabtu (30/05/2020).

Kedatangannya itu untuk mengadukan Kadis Kesehatan Lutim, dr. Rosmini Pandin dan pemilik akun Facebook Nurbaeti Baeti ke Polisi.

Kepada media ini, Melisa menuturkan kalau dirinya sudah di fitnah dengan tudingan menscan surat keterangan hasil Swab,” ungkapnya usai dimintai keterangan dari penyidik.

Sehingga saya datang di Polres Luwu Timur untuk mengadukan persoalan ini guna ditindaklanjuti, ujarnya lagi.

Diceritakannya, bahwa surat itu pertama kali saya peroleh dari ibu Eta yang bekerja di Dinas Kesehatan Lutim, yang dikirim langsung melalui WhatsApp pribadi ku.

Selang dua hari, ibu Kadis Rosmini juga menghubungi saya melalui pesan WhatsApp pribadiku dan mengatakan sudah terima mi’ ki’ sertifikat ta’ kemudian mengirim surat yang sama dikirim ibu Eta.

Bukti chat itu ada kok’ saya simpan, terus kenapa tiba-tiba saya di fitnah kalau saya memalsukan tanda tangan dan menscan surat tersebut.

Anehnya, kapan saya mengaku ke ibu Kadis kalau surat itu saya yang scan, nah’ surat ini saya peroleh dari mereka dan surat yang mereka berikan adalah hasil keterangan pemeriksaan Swab bukan rapid test,” tandasnya.

Sementara hasil rapid test itu, saya hanya dihubungi oleh pihak PKM Towuti melalui via telepon genggam, katanya saya dinyatakan negatif covid-19.

Usai di rapid test dan dinyatakan negatif, pihak PKM Towuti kembali menghubungi saya untuk menjalani Swab di Puskesmas guna memastikan hasilnya, namun lagi-lagi hasilnya negatif covid-19.

Hasil itu saya ketahui setalah saya menghubungi ibu Eta melalui pesan WhatsAppnya, jelas Melisa.

“Kita sama anak ta’ negatif. Nanti saya buatkan keterangan negatif ta’, tulis Eta membalas chat saya.

Tidak lama kemudian ibu Eta mengirimkan surat keterangan negatif swab saya melalui pesan WhatsApp kemudian mengatakan baru kita yang saya buatkan, saya belum dapat namanya pak Ilham, suami saya.

Lebih jauh ia menjelaskan, kenapa saya sampai di Swab, karena bapak saya dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test dan Swab di RS I Lagaligo Wotu, dan kebetulan beliau serumah dengan saya.

Dari hasil itu, bapak saya akhirnya dibawa ke Makassar. Setiba di Makassar, beliau kembali di Swab, alhasil dia dinyatakan negatif dan Swab itu dua kali dilakukan, sehingga pihak medis di Makassar mengeluarkan hasil laboratorium Swab, terangnya.

Tidak hanya itu, saya juga mengadukan pemilik akun Facebook Nurbaeti Baeti, dimana akun tersebut menulis komentar di status akun Parish Indra Firdaus.

Dalam komentarnya kata Melisa, akun Nurbaeti Baeti menulis “Sotta ini Melisa mey mey hebat bah bisa scan tanda tangan saya kasi jempol dan memasang stiker ketawa”.

Tidak hanya itu, pemilik akun tersebut juga menulis “male sau ada bukti rekaman pengakuannya kalau dia yang scan”.

Komentar itu sangat menjudge kalau saya sudah melakuan hal tersebut sebagaimana mereka tudingkan, tanpa dia ketahui kebenarannya, terangnya.

Atas aduan ini, saya berharap penuh ke kepolisian agar memberikan kepastian hukum nantinya.

Terpisah, Kadis Kesehatan Rosmini Pandin saat dimintai tanggapan terkait aduan tersebut melalui via pesan WhatsAppnya sampai berita ini diturunkan belum juga memberikan komentar.

Sementara pemilik akun itu, Nurbaeti ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya mengaku kalau dirinya tidak tahu siapa yang dilaporkan.

“Tidak ku tahu siapanya na laporkan. Tidak apa-apa mau ka’ na lapor. Itu kan atas dasar komentar bu Kadis,” ucap Nurbaeti.

Saya siap dengan jawaban saya, salah kah saya bilang sotta. Saya tidak tahu siapa na lapor, terangnya.

“Kasi tahu, mama geby tidak kendor dengan laporannya,” tandas Nurbaeti.

Sebelumnya, dilansir dari sawerigading-news.com Kadis Kesehatan Luwu Timur, dr Rosmini Pandin menjelaskan kalau dirinya tidak pernah menandatangani dan menerbitkan hasi rapid test tersebut.

Masih dikatanya, kalau dirinya sudah menelusuri dari mana sumber dari hasil rapit tersebut, dan ternyata pelakunya mengaku kalau itu di scan.

Dari persoalan itu, Bupati Lutim, HM Thorig Husler memerintahkan Kadis Kesehatan untuk melaporkan ke Polisi atas beredarnya hasil rapid test yang diduga palsu.

“Persoalan ini segera di laporkan ke Polisi ya,” tegas Husler kepada Rosmini Pandin.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *