INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Demi menjaga kestabilan harga saat Ramadhan dan jelang Idul Fitri 2018. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) bersama anggota DPR RI dan Bank Indonesia (BI) gelar Forum Jurnalis bertajuk “Menjaga Kestabilan Harga dan Pasokan Pangan Menjelang Ramadhan 2018”.
“Tujuan kegiatan ini kami ingin bersama-sama berkoordinasi untuk menjaga harga dan pasokan komoditas pangan strategis pada saat bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri yang akan datang. Paling tidak kita bisa mempertahankan prestasi yang sudah kita capai tahun lalu pada tahun 2017” ujar ketua KPPU Syarkawi Rauf, di Warkop Press Corner, Jln. Pengayoman No. 8, Kota Makassar.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia menyebutkan pada tahun 2017, harga komoditas pangan atau perkembangan inflasi selama ramadhan tahun lalu merupakan yang terbaik dalam 8 tahun terakhir.
“Kami berharap prestasi itu bisa terulang di tahun 2018. Untuk itu kami bersama-sama Anggota DPR RI Amir Uskara,dan Bank Indonesia, ingin fokus ke beberapa komoditas pangan salah satunya itu, Beras, Daging Sapi, Bawang Putih, Minyak Goreng kemudian Daging Ayam, Telor, dll sebagainya, yang merupakan penyumbang inflasi selama ini secara nasional” jelas Syarkawi Rauf.
Sementara itu, Anggota DPR RI Amir Uskara mengungkapkan, DPR RI mendukung langkah-langkah Pemerintah dan Bank Indonesia
“DPR mendukung langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah dan Bank Indonesia. Saya kira itu sebuah keberhasilan, pada 2017 kemarin itu inflasi yang terendah, selama 8 atau 10 tahun terakhir. Kita harap apa yang di lakukan Bank Indonesia bersama pemerintah ditahun kemarin itu terus dilakukan, bagaimana mengendalikan harga sehingga betul-betul daya beli masyarakat itu tidak terganggu selama bulan Ramadhan maupun menjelang lebaran” ungkap Amir Uskara
Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Bambang Kusmiarso mengatakan, data tidak hanya cukup bila sekedar di letakkan di dalam laci, itu harus diangkat kembali dan di diskusikan agar menjadi bahan evaluasi.
“Dalam setiap periode kami melakukan evaluasi terhadap data atau informasi, kami selalu memperhatikan harga mana saja di dalam komoditas yang menyebabkan inflasi tinggi, dari situ kami analisis kemudian kami melakukan koordinasi dan salah satu yang kami intensifkan untuk berkoordinasi adalah apa yang di sebut dengan Nongki Nongkrong ki’. ” tutur Bambang Kusmiarso.
Bambang kusmiarso menambahkan, pertemuan ini tidak hanya sifatnya formal tetapi juga informal, sehingga banyak informasi-informasi yang akan lebih banyak tergalih, salah satu yang di sepakati untuk di jajaki kedepan itu adalah mengenai masalah pendirian pasar induk beras.
“Saya dapat kesepakatan dari masing-masing partisipan yang hadir mereka kuat sekali keinginan serta kemauan usahanya untuk pengendalian inflasi” pungkas Bambang Kusmiarso.
Liputan:Noya | Editor:Zhakral














