Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Kinerja TGTPP Covid-19 Lutim Dinilai Belum Efektif, Aliansi Bumi Batara Guru Gelar Unjuk Rasa

523
×

Kinerja TGTPP Covid-19 Lutim Dinilai Belum Efektif, Aliansi Bumi Batara Guru Gelar Unjuk Rasa

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Aliansi Pemuda Batara Guru menggelar unjuk rasa di Jl Trans Sulawesi tepatnya di depan terminal Tomoni, Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Senin (18/05/2020).

Dalam orasinya, Illang koordinator lapangan (Korlap) aksi mengatakan, bahwa pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah membentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penaganganan (TGTPP) untuk mencegah penyebaran virus corona.

Namun dibentuknya tim tersebut kata Illang, sejauh ini saya belum melihat kinerja dan upaya apa yang sudah dilakukan. Bahkan dinilai tidak efektif.

Lanjutnya, pembentukan satgas untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19, dengan harapan dapat menjadi langkah pencegahan, tetapi itu belum berjalan.

Bahkan menimbulkan pertikaian sosial di tengah-tengah masyarakat karena informasi tentang covid-19 tidak terkonsolidasikan dengan baik oleh GTPP Luwu Timur, terang Illang.

Akibatnya, informasi yang dicernah masyarakat menciptakan atau menimbulkan kepanikan tersendiri, ujar Illang dihadapan demonstran.

Disisi lain menurut dia, pola administration distancing yang dilakukan setiap desa/kelurahan tidak berjalan maksimal.

Dimana, kebijakan langkah taktis yang terjadi di desa/kelurahan tidak memiliki frekuensi yang sama karena tak ada pola koordinatif yang di interpensi oleh GTTP Lutim terhadap tim covid-19 yang di desa, belum lagi sistem yang kurang maksimal di posko peebatasan wilayah.

Beberapa waktu yang lalu telah diputuskan anggaran penanganan covid-19 yang bersumber dari APBD Kabupaten Luwu Timur sebesar 35 M.

“Setelah kami menelisik rencana kerja anggaran itu, kami menemukan fakta bahwa alokasi pendanaannya tidak terorientasi untuk memutus mata rantai penyebaran COVID -19 di kabupaten Luwu Timur,” paparnya.

Sementara itu, jumlah pasien positif covid-19 di Kabupaten Luwu Timur mengalami peningkatan dimana hingga saat ini sudah mencapai 56 orang.

Dari 56 orang tersebut ternyata didominasi dari tenaga kesehatan. Hal itu dikarenakan TGTPP Lutim dinilai sangat lamban mengakomodir permintaan dari tenaga kesehatan terkait kebutuhan dasar mereka seperti Alat Pelindung Diri (APD).

Oleh karenanya, kami minta Tim Gugus untuk fokus memutus mata rantai covid-19 yang sudah terlanjur ditengah-tengah masyarakat dan bukan hanya sekedar himbauan tertulis saja tetapi yang diharapkan adalah langkah taktis. “Tim Gugus jangan hanya fokus pada orang sakit saja tapi tolong fikirkan masyarakat yang masih sehat,” tutupnya.

Terpisah, Sekertaris Tim Gugus Muhammad Zabur saat dikonfirmasi terkait aksi tersebut menuturkan kalau pihaknya belum tahu agenda aspirasinya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *