Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Kunker di Tenggarong, Pansus DPRD Lutim Berguru Soal Tata Kelola BUMD

273
×

Kunker di Tenggarong, Pansus DPRD Lutim Berguru Soal Tata Kelola BUMD

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penyertaan Modal pada Perseroan Terbatas DPRD Luwu Timur (Lutim) melakukan kunjungan kerja penting ke PT. Tunggang Parangan Kutai Kartanegara (Kukar) di Tenggarong, Kalimantan Timur, Jumat (24/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk membedah kunci sukses tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mampu mencetak laba signifikan tanpa suntikan modal finansial dari pemerintah daerah.

​Rombongan Pansus Luwu Timur, didampingi perwakilan Pemerintah Daerah dan manajemen Perseroda Luwu Timur Gemilang (LTG) serta mitra Joint Venture PT Pongkeru Mineral Utama (POMU), menjadikan Tunggang Parangan sebagai rujukan nasional karena keberhasilannya membukukan laba bersih hingga miliaran rupiah.

​Keberhasilan PT Tunggang Parangan menjadi sorotan utama, mengingat BUMD multibisnis milik Pemkab Kukar ini sempat terpuruk dan merugi miliaran rupiah, sebelum akhirnya bertransformasi menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada tahun 2022.

Dengan manajemen yang profesional dan ramping, perusahaan ini bangkit, mampu meraih predikat BUMD Sehat, dan bahkan berencana melakukan akuisisi di sektor pertambangan, semua tanpa penyertaan modal baru dari Pemda Kukar.

​Anggota DPRD Luwu Timur, Sarkawi Hamid yang juga Ketua Pansus mengapresiasi mendalam atas sambutan dan informasi yang diberikan oleh Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara dan Direktur Perseroda Tunggang Parangan.

​”Kami berterima kasih atas informasi dan kebijakan yang sangat berharga tentang bagaimana tata kelola perseroda dapat bertumbuh secara sehat dan mendatangkan keuntungan signifikan bagi daerah,” ujar Syarkawi Hamid.

​Menurutnya, informasi yang didapat dalam kunjungan ini akan menjadi bekal utama bagi Pansus Ranperda Penyertaan Modal di Luwu Timur. Pansus berharap, dengan rencana penyertaan modal yang akan diserahkan kepada Perseroda LTG dan mitra POMU, Luwu Timur dapat mengadopsi praktik terbaik dari Tunggang Parangan.

​”Harapannya, penyertaan modal ini bukan hanya sekadar transfer dana, tetapi mampu memberi era baru bagi perekonomian daerah. Model bisnis dan tata kelola yang mandiri dan profesional dari Tunggang Parangan akan kita jadikan acuan untuk mendorong kesejahteraan Masyarakat Luwu Timur,” pungkasnya.

​Kunjungan ini menegaskan komitmen DPRD Luwu Timur untuk memastikan penyertaan modal yang akan datang pada sektor BUMD dan kemitraannya dapat dikelola secara optimal dan profesional, meniru jejak keberhasilan PT Tunggang Parangan sebagai BUMD yang mandiri dan berkontribusi maksimal pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *