Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Lagi, Ustad Daud Cerita Alasan Berhenti Jadi Imam Masjid Agung Malili, Begini Tanggapan Kabag Kesra Lutim

1189
×

Lagi, Ustad Daud Cerita Alasan Berhenti Jadi Imam Masjid Agung Malili, Begini Tanggapan Kabag Kesra Lutim

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Soal Ustad Daud berhenti menjadi Imam Masjid Agung Malili belum kunjung usai. Daud kembali menceritakan alasan kenapa dirinya berhenti jadi Imam di Masjid tersebut.

Kepada wartawan, Daud merasa kalau ada upaya untuk bagaimana agar dirinya tidak betah lalu mundur jadi Imam di Masjid Agung Malili.

“Seperti itulah yang saya alami, seolah-olah saya dibuat tidak menjadi betah sehingga saya mundur jadi Imam Masjid Agung, makanya saya memilih untuk mundur saja,” ungkapnya, Sabtu (14/08/2021).

Lanjutnya, terkait saya diminta berhenti oleh Jemaah, pertanyaan saya Jemaah mana yang dimaksud?. Kemarin saya solat Jumat di Masjid itu sekaligus pamit malah Jemaah terlihat ada yang menangis.

Jika alasan karena saya tidak jadi Imam pada saat sholat Idul Adha kemarin, ya’ itu bukan kesalahan saya, seharusnya panitia rapat dulu, tetapi karena rapat tidak digelar, makanya saya keluar ditempat lain, sambungnya lagi.

“Saya kan disitu dipanggil hanya jadi Imam, nah’ untuk hari raya seperti itu, ya’ seharusnya dirapatkan dulu, tetapi ini kan tidak,” ucapnya.

Daud juga menyebutkan, kalau kabar terkait pernyataan Bupati soal dana hibah Rp 1,5 Miliar yang tidak akan dicairkan kalau saya masih menjadi Imam di Masjid Agung itu, disampaikan oleh teman.

“Teman yang sampaikan ke saya terkait pernyataan itu, nah teman saya ini disampaikan pula dari temannya yang katanya mendengarkan langsung pernyataan pak Bupati pada saat ia silaturahmi di Rujab Bupati usai sholat Idul Fitri, lalu,” bebernya.

Tak sampai disitu, Ustad Daud juga menceritakan kalau Kabag Kesra Pemda Lutim menyampaikan pula jika nama saya akan dihapus sebagai Imam Masjid Agung mulai bulan ini.

“Pernyataannya itu ia sampaikan langsung didepan saya sewaktu saya temui dia di kantornya awal bulan ini, dan bahkan ditempat itu, Kabag Kesra juga mengatakan kalau soal penghapusan ini katanya atas pesan Bupati saat beliau datang di ruangannya setelah perayaan Idul Adha kemarin,” terangnya kepada wartawan.

Menurutnya, inilah dua hal yang menjadi sangkaan kuat saya kalau ada penekanan. Makanya, kalau persolan ini akan dihearing ke DPRD, ya’ Insya Allah saya siap memberikan keterangan,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemda Lutim, Fauzi Daeng Parebba menepis kalau pernyataan tersebut tidak benar.

Ia menjelaskan, bahwa pemberhentian tersebut atas permintaan Jamaah pada saat penyerahan sapi kurban.

Waktu Ustad Daud ke kantor, saya hanya menyampaikan, tabe Ustad Jemaah melapor ke pak Bupati saat penyerahan sapi kurban, bahwasanya kita tidak bekerja pada saat Idul Adha, karena kedua Imam Masjid Agung keluar mencari tempat lain ceramah.

Tak hanya itu, saya juga menyampaikan kalau kita juga di gaji pak Ustad, ya’ artinya kita harus musyawarah juga bagaimana keputusannya, jelas Fauzi.

Mengenai pak Bupati pernah ke rungan saya kata Fauzi, itu tidak benar, pak Bupati tidak pernah datang ke ruangan saya. Dan terkait dana hibah Rp 1,5 Miliar itu, saya tidak tahu.

“Yang jelas maunya pengurus Masjid Agung Malili, Ustad Daud tidak lagi menjadi Imam Masjid mulai bulan ini karena alasan itu tadi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Luwu Timur, Budiman juga mengklarifikasi bahwasannya fakta sebenarnya tidaklah demikian.

Pemberhentian ustad Daud sebagai imam masjid, tidak ada kaitannya dengan rencana Pemerintah mengalokasikan dana hibah senilai Rp 1,5 Miliar, terangnya.

“Rencana anggaran hibah untuk Masjid Agung, belum sempat didisposisi oleh mantan Bupati, almarhum Muh Thoriq Husler, hingga wafat. Sehingga saat ini kita menunggu persetujuan dianggaran perubahan tahun ini. Tidak ada kaitannya pemberhentian Imam Masjid dengan penganggaran bantuan itu,” kata Budiman.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *