Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Lestarikan Ekosistem Laut, YKCLI Ajak Anak Nelayan Tanam Pohon Bakau

561
×

Lestarikan Ekosistem Laut, YKCLI Ajak Anak Nelayan Tanam Pohon Bakau

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Yayasan Konservasi Cinta Laut Indonesia (YKCLI) Kabupaten Luwu Timur mengajak anak-anak nelayan menanam pohon bakau di pesisir pantai Desa Wewangriu, Kecamatan Malili, Minggu (05/09/2021).

Ketua YKCLI Lutim, Resa mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari visi misi YKCLI untuk bagaimana meningkatkan nilai edukasi dan semangat pelestarian ekosistem laut, ungkapnya.

Hari ini kita melakukan observasi lokasi yang akan dijadikan mangrove nursery disertai dengan aksi penanaman ratusan bibit bakau di area lepas pantai yang dianggap perlu untuk direboisasi, sambungnya lagi.

“Mengenai visi misi itu tadi, kegiatan ini harus dimulai dari anak-anak sebagai bekal untuk masa yang akan datang,” katanya.

Lanjutnya, setelah mangrove nursery ini rampung kedepan kami akan kembali membuat coral nursery yang sementara ini kami masih lakukan pencarian lokasi yang paling tepat untuk dilakukan kegiatan tersebut dengan metode substrat alami.

Menurut Resa, kegiatan tersebut akan melibatkan anak-anak putus sekolah, pelajar SD SMP SMA perguruan tinggi dengan prodi terkait.

Tak sampai disitu, ia juga menghimbau agar pemerintah bersikap tegas ketika terjadi kegiatan yang dapat merusak wilayah laut dan juga perusahaan-perusahaan yang menggunakan wilayah laut untuk meminimalisir kegiatan yang dapat merusak ekosistem perairan karena mengingat wilayah perairan adalah sumber kehidupan.

Bahkan seluruh elemen masyarakat sebisa mungkin pro aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti ini, karena tanggung jawab persolan rusaknya ekosistem laut adalah tanggung jawab kita semua, ujarnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, perlu diketahui bahwa saat ini kuwalitas perairan kita dinilai sudah sangat menurun sehingga akhir akhir in tanpa disadari kita semua mulai terdampak. Seperti sulitnya hasil tangkapan dan juga terbatasnya jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dari tangkapan para nelayan sehingga membuat harga ikan melambung tinggi. Dulu ikan jenis teri bisa dihargai sekitar 250.000-300.000/boks 40kg sekarang bisa dikisaran 800.000- 1jt /boks 40kg.

Berdasarkan hasil observasi kami selama tiga bulan, belum lama ini, kerusakan tersebut diakibatkan ulah oknum manusia yang tidak bertanggungjawab melakukan penangkapan ikan dengan cara di bom.

Tetapi hal itu cukup kecil jika dibandingkan aktivitas kapal perusahaan dalam hal ini PT. Vale Indonesia, seperti tumpahan sulfur, minyak dan lain-lain.

Akibatnya, terumbu karang kita diperairan sudah banyak tidak hidup lagi dan bentuknya menyerupai batu. Ini fakta, kami bisa buktikan melalui dokumentasi.

Salah satu lokasi yang kami temukan yakni mulai dari perairan Pelabuhan PT. Vale yang terletak di Desa Balantang sampai ke radius kurang lebih 8 KM terluar pulau Bulu Poloe, bebernya.

Tapi itu belum cukup ada pula yang lebih fatal, kalau PT. Vale mau lihat nanti saya tunjukkan dimana lokasinya, serta dokumentasi terjadinya kerusakan perairan Luwu Timur, tandas Resa.

Ditegaskannya, bahwa masalah ini sangat serius karena mengigat banyak masyarakat menggantungkan hidup dari hasil perairan. Nah, jika tidak cepat ditangani kasihan nelayan yang harus mencari ikan dengan jarak yang sangat jauh.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *