INPUTRAKYAT_LUTIM,–Jeritan warga akhirnya pecah. Harga LPG 3 kilo gram yang seharusnya menjadi napas bagi dapur rakyat kecil mendadak “menggila” hingga menembus angka Rp 50 ribu per tabung di tingkat pengecer. Situasi ini memicu gelombang keluhan dari masyarakat kecamatan Towuti yang merasa dicekik oleh lonjakan harga tak wajar.
Tak tinggal diam, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop) Kabupaten Luwu Timur bersama Satpol PP, aparat Polsek Towuti, serta unsur TNI langsung turun tangan. Dalam sebuah operasi penyisiran yang terkesan senyap tapi menghantam, tim gabungan menyisir sejumlah kios yang diduga menjadi titik permainan harga.
Hasilnya? Dugaan warga bukan isapan jempol.
Di lapangan, tim gabungan menemukan praktik penjualan LPG 3 kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Beberapa kios, termasuk milik oknum berinisial NB dan N, kedapatan menjual tabung gas subsidi tersebut dengan harga yang jauh melampaui batas yang ditetapkan pemerintah.
Lebih mengejutkan lagi, dari hasil interogasi awal terungkap adanya pola distribusi yang mencurigakan. Kedua pemilik kios mengaku mendapatkan pasokan dari seseorang yang datang menggunakan mobil bak terbuka. Harga beli mereka sudah berada di angka Rp 40 ribu per tabung, angka yang jelas menunjukkan adanya “permainan” sebelum barang sampai ke tangan pengecer.
Modusnya pun terendus, tabung LPG diduga dikumpulkan dari berbagai pangkalan resmi, lalu dialihkan dan dijual kembali melalui jalur tidak resmi dengan harga yang sudah dipoles. Praktik ini bukan hanya melanggar aturan, tapi juga berpotensi merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya dilindungi oleh subsidi pemerintah.
“Ini sementara kita kejar pelakunya,” tegas kepala Disdagkop UKM Lutim, Senvry Octafianus kepada media ini, Rabu (15/4/2026), menandakan bahwa perburuan belum usai dan aktor utama masih berkeliaran.
Sementara itu kata dia, dua pemilik kios yang terjaring yakni NB dan N telah dilayangkan surat panggilan resmi dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan di kantor Satpol PP Lutim, besok.
“Langkah ini menjadi pintu awal untuk menguak rantai distribusi gelap yang diduga sudah lama bermain di balik layar,” sambungnya lagi.
Olehnya itu tambahnya, saya menghimbau masyarakat untuk tidak segan-segan melaporkan jika menemukan masih ada yang menjual diatas HET. Sekali lagi kami pemerintah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengadukan persoalan ini.














