Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Ngamuk di Pasar Gunakan Parang, Pria Ini di Door Polisi

578
×

Ngamuk di Pasar Gunakan Parang, Pria Ini di Door Polisi

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Nasib apes dialami Amri (25) warga Desa Teromo, kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur.

Akibat perbuatannya pedagang di wilayah Pasar Kawarasan, Kecamatan Tomoni mendadak kocar kacir.

Pasalnya, secara tiba-tiba Amri mengamuk di Pasar dengan menggenggam sebilah parang yang diperoleh dari pedagang parang, Senin (19/02/18) Pukul 09.40 WITA.

Informasi yang dihimpun, sejumlah kios pulsa dan grobak pedagang kecil menjadi korban amukan.

Melihat aksi brutal itu, Babinsa setempat mencoba menghentikan aksi tersebut. Namun sayang Amri kembali menyerang sehingga tangan kanan Babinsa tersebut terkena sabetan parang.

Selain menyerang, pelaku juga meluapkan kemarahannya dengan menebas tangki motor dinas yang dikendarai Babinsa tersebut.

Tak hanya Babinsa mencoba menghentikannya, turut pula warga setempat yang belum diketahui identitasnya.

Namun sayang pelaku masih terus membabi buta sehingga warga itu terlihat mengalami beberapa luka lecet tepat dibagian tangan dan kaki yang kemungkinan diakibatkan usai berduel bersama pelaku.

Atas kejadian itu, Jalan poros Tomoni-Mangkutana mendadak macet dan ramai yang diakibatkan kerumunan warga untuk melihat aksi brutal pelaku.

Setiba aparat kepolisian di TKP pelaku kembali meyerang pihak kepolisian dengan menebas mobil dinas Lalulintas.

Salah satu anggota Provos Polres Lutim saat hendak menghentikan aksi itu, kembali jadi sasaran amukan. Akibatnya, anggota Provos tersebut juga terkena sabetan parang tepat dibagian tangan, beruntun hanya luka kecil.

Sulitnya menghentikan perbuatan pelaku, Polisi mengeluarkan tembakan peringatan, namun hal itu tak dihiraukan pelaku dan terus membabi buta menyerang petugas.
Sehingga Polisi kembali mengeluarkan tembakan tepat pada kedua kaki pelaku.

Namun pelaku tetap berdiri dan kembali menyerang, sehingga petugas meluarkan peluru terakhir tepat pada dada pelaku.

Alhasil, pelaku tersungkur di tepi jalan dan tak berdaya. Saat itu juga Polisi bergegas membawa pelaku ke RSU I Lagaligo Wotu. Namun diperjalanan si pelaku menghembuskan nafas terakhir.

Menanggapi kejadian itu Kapolres Luwu Timur, AKBP Leonardo Panji Wahyudi saat melakukan jumpa pers menjelaskan, kami sangat terpaksa harus mengeluarkan tembakan ke pelaku. Pasalnya, kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menghentikan aksi brutal itu, namun si pelaku terus menyerang petugas dan bahkan merusak kios pedagang pulsa dan gerobak pedagang sate dengan menggunakan sebilah parang, ungkapnya.

Tak sampai disitu kata AKBP Leonardo, pelaku juga melukai Babinsa dan anggota kami, sekaligus menebas motor dinas Babinsa dan kendaraan Lalulintas.

Lanjutnya, pelaku aksi brutal itu telah dikuasi pengaruh obat Pil PCC yang kemungkinan sudah dikomsumsi sebelumnya. Hal itu diungkapkan orang tua pelaku dan saudaranya. Menurutnya, sebelum kejadian, pelaku sudah dalam kondisi tak stabil saat dirumahnya, melihat kondisi itu saudara pelaku tak memberikan sepeda motor untuk digunakan, akhirnya pelaku berjalan kaki menuju pasar, sehingga aksi pun terjadi, beber AKBP Leonardo, yang juga didampingi Kabag OPS dan Kasat Reskrim Polres Lutim.

“Pelaku itu tidak gila atau tak waras, kondisinya hanya dalam pengaruh obat Pil PCC. Oleh sebab itu saat ini kami sementara dalami dimana diperoleh barang itu,” terangnya.

Atas kejadian itu, kami sudah lakukan upaya persuasif ke keluarga pelaku, dengan menanggung seluruh biaya pemakaman, kata Leonardo.

“Yang jelas sebelumnya kami meminta maaf atas kejadian itu, namun karena perbuatan pelaku sudah diluar kesadaraan akhirnya kami hentikan dengan sepucuk peluru,” ucapnya.

Atas kejadian itu, beruntun tak ada korban jiwa yang ditimbulkan amukan pelaku, terhadap anak-anak maupun ibu-ibu yang tak tahu menahu persoalan itu, tutupnya.

Liputan: Amir | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *