Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pasar Niaga Malili Difungsikan Kembali, Pedagang Lama Protes

680
×

Pasar Niaga Malili Difungsikan Kembali, Pedagang Lama Protes

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pasar Niaga Malili mulai beroperasi. Sejumlah eks pedagang lama keberatan ke pemerintah daerah lantaran menempatkan pedagang baru di Pasar tersebut.

Kepada media ini, salah satu eks pedagang Pasar Niaga Malili yang juga warga Desa Balantang, Rahma Halida menyebut, kalau dirinya tidak tahu kalau ia sudah diganti oleh orang lain berdagang di Pasar Niaga.

“Saya tidak tahu kenapa pedagang lama diganti dengan pedagang baru tanpa pemberitahuan sebelumnya ke kami,” keluh Rahma, Kamis (19/08/2021).

Sementara pada waktu itu, Disdagkop-UKM Lutim hanya meminta ke kami kunci lost dengan alasan mau diperbaiki, namun rupanya diberikan sama orang lain, ujarnya lagi.

Diceritakannya, memang pada saat itu pedagang lama hanya berjualan satu bulan, itu karena tidak ada pembeli, disebabkan akses menuju Pasar itu belum dibenahi, diperparah lagi ketika musim hujan, tentu akan berlumpur dan licin.

Meski demikian, saya dan sekitar sepuluh orang lainnya masih bertahan ditempat itu, sampai sebulan lebih. Ada kok buktinya, coba cek absen yang dibawa oleh pihak Disdagkop-UKM, bebernya.

“Kemarin saya sudah temui Ketua pengelola Pasar, pak H. Rahman atau biasa di panggil pak Cika atau Sawitto, untuk mempertanyakan kenapa kami diganti tanpa pemberitahuan sebelumnya,” kata Rahma.

Namun pada saat saya pertanyakan hal itu, pak Rahman hanya diam. Ini kan aneh kok pengelolah diam, sementara kami pedagang sudah melakukan pembayaran ke pengurus Koperasi yang disepakati pada saat itu, yang diketuai pak Rahman.

Sebenarnya kami nda keberatan kalau ada penjelasan yang tepat, tetapi mereka harus paham bahwa sebagian barang dagangan saya di lost tersebut sudah banyak yang hilang seperti lemari, kulkas, boneka dan lain-lain.

“Barang dagangan itu saya peroleh dengan menggadaikan BPKB mobil. Nah tentu dengan kejadian seperti ini saya sangat dirugikan, dan pengelolah Pasar seolah-olah tidak punya tanggung jawab,” tandasnya.

Tak sampai disitu, persoalan ini juga saya sampaikan ke Kadis Dagkop-UKM, Rosmiati Alwi, tadi malam, tetapi beliau tidak banyak komentar dia hanya menyerahkan hal ini ke pengelolah pasar dalam hal ini pak Rahman.

“Pada intinya, ada kesan kalau pengelola Pasar tidak bertanggung jawab dan pemerintah daerah acuh dengan kerugian kami,” tutupnya.

Dikonfirmasi sebelumnya, Kadis Dagkop-UKM Lutim, Rosmiati Alwi menegaskan, bahwa terkait pedagang lama, kami sudah beberapa kali evaluasi, jadi tidak bisa mi’ lagi, ucapnya, belum lama ini.

“Jadi, pernyataan yang di tandatangani kemarin itu sudah cukup sebetulnya, hanya kami selalu beri kesempatan dan kesempatan itu mereka tidak manfaatkan,” sambungnya lagi.

Menurutnya, bangunan Pasar dibagian belakang akan dijadikan sebagai Pasar hobi nantinya. Sementara lost dibagian depan akan digunakan sebagai tempat PO terminal.

“Semua masih di evaluasi, jika Pasar hobi nantinya kembali mandeg, ya’ kami evaluasi lagi,” pungkasnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *