Pejabat Korupsi Saat Pandemi, Firli :Saya Prihatin

  • Whatsapp
Ket : Uang Sitaan KPK

INPUTRAKYAT__JAKARTA — Firli Bahuri Ketua KPK menyampaikan ucapan duka saat ia memimpin langsung penetapan tersangka Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, pada minggu pagi di Kantor KPK Jakarta, Minggu 28 Februari 2021

“Kami benar-benar prihatin dengan kejadian tindak pidana korupsi ini” Kata Firli dalam keterangan persnya.

Bacaan Lainnya

Firli Bahuri – Ketua KPK

Ungkapan duka ini tak hanya karena Kasus ini terjadi setelah Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, mendapatkan Bung Hatta – Anti Corupption Award (BHACA) pada 2017 lalu, namun terjadi pada masa pandemi Covid-19 di mana pemerintah dan masyarakat berjuang untuk bisa bertahan dari masalah kesehatan dan ekonomi.

“Karena ini tidak hanya melanggar hukum tapi juga merugikan negara dan merampas hak-hak rakyat, apalagi masih dalam masa pandemi Covid-19” Ungkap Firli

Dalam keterangan pers ini terlihat Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, berada di belakang Petinggi KPK dan mengenakan rompi orang, bertuliskan Tahanan KPK. Nurdin Abdullah bersama dengan 2 orang lainnya yakni Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum Edi Rahmat dan Kontraktor terduga pemberi suap Agung Sucipto.

KPK juga memperlihatkan uang tunai senilai Rp 2 Milyar yang di duga sebagai uang suap.

“Korupsi itu di sebabkan karena adanya kekuasaan, adanya kesempatan, karena ada keserakahan ,ada kebutuhan dan yang paling penting jangan berpikir bawah setiap orang yang sudah menerima penghargaan Anti korupsi tidak akan melakukan korupsi, karena korupsi adalah pertemuan antara adanya kekuasaan dan kesempatan, serta minusnya integritas ” Jelas Firli

Liputan : Ardiansah |Editor : Risa

Anugrah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *