Pemda Lutim Diminta Serius Tangani Persoalan Krisis Air Bersih

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Salah satu kebutuhan mendasar masyarakat adalah ketersediaan air bersih.

Namun lain halnya dialami masyarakat Kabupaten Luwu Timur. Pasalnya, sampai saat ini kerap mengalami krisis air bersih.

Sementara diketahui Luwu Timur kaya akan sumber air seperti sungai Malili, Danau Towuti, Matano dan beberapa anak sungai.

Olehnya itu, pemerintah daerah melalui dinas PUPR dan PDAM menginisiasi untuk memanfaatkan air di DAM Karebbe.

Komisi III DPRD Luwu Timur belum lama ini melakukan pembahasan mengenai rencana tersebut.

Selain itu, Komisi III juga sudah berkonsultasi dengan Balai Besar Bendungan untuk membahas apakah pemanfaatan itu bisa dilakukan atau tidak.

Namun ironisnya sampai hari ini kabar tersebut tak lagi terdengar sejauh mana perkembangan pelaksanaan rencana tersebut.

Saat dikonfirmasi, anggota Komisi III, Alpian Alwi mengatakan, kalau rencana itu sudah beberapa kali kami gelar rapat dengar pendapat (RDP), ungkapnya, Rabu (23/06/2021).

Di RDP itu kami hadirkan Dinas PUPR, PDAM dan PT. Vale Indonesia selaku pemilik DAM Karebbe, sambungnya lagi.

Pada waktu itu lanjut Alpian, disepakatilah bahwa air yang bersumber DAM Karebbe bisa dimanfaatkan dengan catatan tidak menggangu aktifitas bendungan.

Tetapi hal itu sampai saat ini saya belum tahu bagaimana tekhnis pelaksanaan antara Pemda dan pihak PT. Vale, ujar Alpian.

Menurutnya lanjut Alpian, sebelum RDP digelar saya sudah berkonsultasi ke Balai Besar Bendung di Makassar dan pihaknya mengiyakan bahwa bole dimanfaatkan.

Selain itu pihak Balai juga bersedia turun membantu ketika dipinta. “Jadi, saya kira Pemda dan PT. Vale seharusnya duduk bersama untuk membahas secara tekhnis,” terangnya.

“Nah, kalau sudah seperti ini, mestinya ditindaklanjuti. Maka dari itu, kami meminta ke Pemda agar serius menangani rencana tersebut, karena air bersih ini merupakan kebutuhan mendasar masyarakat,” tutupnya.

Sementara Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Lutim, Herianto Madda mengatakan, kalau rencana pemanfaatan air dari DAM Karebbe batal.

Kata dia, izin pembangunan DAM Karebbe milik PT. Vale memang tidak diperuntukkan lain dan khusus PLTA, sehingga PT. Vale tidak berani memberikan izin.

Selain itu, kami pun pernah berkonsultasi ke Balai Besar Bendung di pusat, namun Balai tidak bisa memberikan izin dengan alasan DAM Karebbe khusus PLTA bukan peruntukan lain, jelas Heri.

Ditanya alternatif lain, Heri menjelaskan, bahwa pihaknya mewacanakan pemanfaatan sungai Malili dengan cara dipompa.

“Ini sementara akan kami bicarakan dengan seluruh pihak, dan semoga bisa terlaksana dengan baik,” tutupnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Anugrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *