Example 728x250
Example 728x250
Input Sulbar

Pemkab Majene bersama Kapolres Majene Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Marano 2024

556
×

Pemkab Majene bersama Kapolres Majene Gelar Apel Pasukan Ops Patuh Marano 2024

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAJENE,–Kepolisian Resor (Polres) Majene kembali menggelar operasi Kepolisian dengan sandi “Patuh Marano 2024”. Kegiatan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan di lapangan apel Mapolres Majene, Senin (15/7/2024).

Operasi patuh tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Malaqbiq, Kita Tingkatkan Kepatuhan Dan Ketertiban Dalam Berlalu Lintas Sebagai Cermin Moralitas Bangsa”. Kapolres Majene, AKBP Toni Sugadri, bertindak sebagai inspektur apel, yang dihadiri sejumlah undangan dari instansi terkait, seperti Asisten I Pemda Kab. Majene, Danramil 1401-01/Banggae, Kabid Darat Dishub Majene, Kabid Perda Satpol PP Majene, Jasa Raharja Kab. Majene, serta para pejabat utama Polres Majene dan tamu undangan lainnya.

Kapolres Majene, AKBP Toni Sugadri, dalam amanat yang dibacakannya atas nama Kapolda Sulbar Irjen Pol. Drs. R. Adang Ginanjar S., M.M., menyampaikan bahwa Operasi Patuh Marano 2024 akan berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 15 hingga 28 Juli 2024 di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

Tujuan dari pelaksanaan operasi ini adalah untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, serta angka fatalitas korban kecelakaan, dan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Adapun sasaran dalam pelaksanaan operasi ini meliputi segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang berpotensi menyebabkan kemacetan, pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas, baik sebelum, saat, maupun setelah operasi patuh 2024.

Keamanan, keselamatan, dan ketertiban dalam berlalu lintas harus menjadi perhatian bersama. Berbagai upaya untuk menciptakan situasi kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) perlu dilakukan dengan memberdayakan seluruh stakeholder terkait. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antar instansi terkait agar tercipta keterpaduan langkah guna menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.

Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan Operasi Patuh Marano 2023, tercatat 1.173 pelanggaran lalu lintas, didominasi oleh pengendara roda dua. Sementara itu, data kecelakaan lalu lintas menunjukkan 18 kejadian dengan korban meninggal dunia 2 orang, luka berat 1 orang, luka ringan 19 orang, dan kerugian material sebesar Rp. 109,700,000. Korban kecelakaan tertinggi adalah mahasiswa atau pelajar berumur 16 hingga 20 tahun, didominasi oleh pengendara sepeda motor. Data tersebut menunjukkan bahwa angka pelanggaran lalu lintas masih tinggi, yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

Melalui Operasi Patuh 2024, diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Provinsi Sulbar dapat ditekan seminimal mungkin dengan upaya-upaya nyata dari instansi terkait, agar tujuan dari kegiatan operasi ini dapat tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *