INPUTRAKYAT_JAYAPURA, PAPUA – DR. Hj. A. Ritamariani Basharoe, M.Pd., hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Majene dalam pembukaan Kongres Bahasa Daerah yang berlangsung di Gedung Sasana Krida, Jayapura, Papua, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Kongres yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tersebut dihadiri Wakil Gubernur Papua serta para bupati dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk melindungi, mengembangkan, dan melestarikan bahasa daerah sebagai kekayaan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Ritamariani Basharoe menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah bukan sekadar upaya mempertahankan kosakata, melainkan juga menjaga sejarah, nilai-nilai luhur, serta jati diri budaya yang diwariskan oleh para leluhur kepada generasi penerus.
Menurutnya, bahasa daerah memiliki peran penting dalam membentuk identitas masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk mewariskan kearifan lokal, tradisi, dan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.
“Pelestarian bahasa daerah bukan sekadar menjaga kata-kata, tetapi juga merawat sejarah, nilai-nilai luhur, dan jati diri budaya yang diwariskan oleh para leluhur kita,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui forum strategis tersebut, lahir berbagai gagasan dan langkah konkret yang dapat memperkuat pelindungan bahasa dan sastra daerah di seluruh Indonesia, termasuk bahasa Mandar yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan masyarakat Kabupaten Majene.
Bagi Kabupaten Majene, pelestarian bahasa Mandar merupakan bagian penting dari upaya menjaga kekayaan budaya lokal agar tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang. Karena itu, keterlibatan pemerintah daerah dalam forum nasional ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
Ritamariani juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian bahasa daerah, dimulai dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri dan keluarga.
“Mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga, dan dari lingkungan kita. Terus gunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, ajarkan kepada anak-anak kita, dan wariskan kepada generasi penerus,” pesannya.
Partisipasi Pemerintah Kabupaten Majene dalam Kongres Bahasa Daerah ini menjadi wujud dukungan terhadap upaya pelindungan bahasa dan sastra daerah sekaligus penguatan identitas budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya nasional.
Melalui komitmen bersama dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bahasa Mandar diharapkan terus lestari, menjadi kebanggaan masyarakat Majene, serta tetap hidup di tengah perkembangan zaman.














