Example 728x250
Example 728x250
Uncategorized

Pengaruh Peran Pemuda Dalam Pilkada Serentak Susel 2018

453
×

Pengaruh Peran Pemuda Dalam Pilkada Serentak Susel 2018

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Sulawesi Selatan berada dalam tahun Pesta Demokrasi. Pilkada serentak akan digelar 27 Juni 2018 mendatang. Selain Pemilihan gubenur,  12 kabupaten, kota ikut ambil bagian pada gelaran 5 tahunan ini.Minggu (18/3/2018)

Bagaimana dengan Peran Pemuda dalam Pilkada Serentak Sulsel 2018 ? 

Diperkirakan dalam setiap pemilu, 30 persen dari total jumlah pemilih adalah pemilih muda dengan usia 17 hingga 30 tahun. Demografi ini tentunya sangat signifikan dan partisipasi mereka akan sangat berpengaruh dalam menentukan hasil pemilu.

Kontribusi pemuda dalam menyongsong pesta demokrasi sehat dalam Pilkada serentak 2018 sangatlah diperlukan. Namun sayangnya, banyak pemuda saat ini diduga acuh terhadap politik, yang disebabkan beberapa faktor diantaranya, tak ingin terlibat dalam politik, serta ditumbuhi rasa malas dalam memberikan hak suara.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel (Kadispora) Sri Endang Sukarsih berharap pemuda berperan penting dalam pilkada serentak Sulawesi Selatan 2018.

” Menurut saya, (Sri Endang Sukarsih-red) pemuda harus mengambil peran dan mungkin harus saya mengatakan peran aktif. Kenapa, karena apa yang dilakukan calon-calon ini tentu juga melihat pemuda sebagai salah satu unsur masyarakat yang perlu untuk lebih di tingkatkan” ujar Kadispora Sri Endang Sukarsih, saat di temui di sela-sela acara Soft Launching Masjid 99 Kubah, Jumat 13 Maret 2018. 

Dalam hal ini, Kadispora Sri Endang menjelaskan, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan sangat mendukung peran pemuda dalam bentuk Ranperda tentang pembangunan kepemudaan.

“Dalam hal ini kita telah mendorong Ranperda tentang pembangunan kepemudaan dan tentu saya kira Pemuda jangan cuek dengan apa yang sedang terjadi. Ini adalah tahun pesta demokrasi dan juga merupakan pesta pemuda, para pemuda  harus peduli melihat ini, Pemuda harus unjuk diri dan minta untuk diperhatikan sehingga kedepan Gubernur Baru maupun Walikota baru sudah melihat bahwa unsur pemuda itu penting untuk di pedulikan, diberdayakan dan dikembangkan” ungkap Kadipora Sulsel. 

Selain itu, Pengamat Politik Unismuh, Arqam Azikin melihat animo pemuda pada Pilkada Serentak tahun 2018 ini sangatlah baik, dikarenakan kecepatan informasi melalui media sosial. 

“Pemilih pemula ini tertarik sekali karena ada Medsos, dulu di jaman saya, pemuda tidak tertarik pemilu karena tidak ada kecepatan informasi, sekarang ada media yang begitu masif memberitakan, ada ruang medsos yang luar biasa besarnya makanya sekarang ini potensi pemilih pemula ini menentukan” tutur Arqam. 

Menurut Arqam sendiri para kandidat Pilkada Serentak yang mampu menarik simpati para pemula, yang akan keluar sebagai pemenang. 

“Siapa yang berhasil meraih simpati pemilih  pemula minimal 40 persen baik pilkada gubernur, maupun kabupaten dan kota, itulah yang akan memenangkan pemilihan Pilkada Serentak ini di 2018” ucap Arqam saat ditemui 14 Maret 2018 lalu.

Arqam Azikin menambahkan, Para Kandidat harus pandai membaca minat pemuda saat ini untuk dapat meraih simpati.

“Pendekatan mendekati anak muda, kalak dia anak SMA dekati program dengan ada yang berbau pendidikan jurnalistik, yang kedua anak-anak band, hal-hal kreatif atau ada seperti lomba seni, atau festival olahraga itulah minat anak-anak muda,” ucapnya.

“Rana anak muda adalah arena Seni, Olahraga, Bakat minat, Intelektual dan berbau arena Style, bila ada calon Gubernur, Bupati, Walikota, mengambil itu, 40 persen minimal suara pemuda dapat mereka raih, dialah yang akan memenangkan pilkada 27 juni ini 2018,” bebernya.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Bachtiar Adnan Kusuma menyikapi peran pemuda dalam Pemilihan Kepala Daerah yang sebentar lagi akan di gelar 27 Juni Mendatang.

Adnan Bachtiar menyampaikan, peran orang tua dan guru di sekolah sangat penting dalam sosialisasi edukasi politik, kepada para pemilih pemula.

“Harus dibangun kesadarannya pentingnya menggunakan hak memilih, makanya sosialisasi serentak harus dilakukan di sekolah dan internal keluarga tiada henti pentingnya memilih dalam pemilu.

Adnan Bachtiar menambahkan, ia Meminta kepada para Kepsek guru dan orang tua untuk memberikan pembinaan pada anak-anak agar tetap menggunakan hak pilihnya. 

Liputan:Noya | Editor:AMK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *