INPUTRAKYAT_LUTIM,–Arus informasi digital yang bergerak tanpa henti seakan tak terbendung, kehadiran media yang profesional, independen, dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan yang semakin penting.
Dari ruang redaksi yang sehat, lahir informasi yang bukan hanya cepat, tetapi juga mampu menjadi rujukan masyarakat dalam memahami berbagai persoalan.
Semangat itulah yang akan mengiringi pelantikan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Luwu Timur periode 2026–2031 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur.
Pelantikan akan dipimpin langsung oleh Pengurus JMSI Provinsi Sulawesi Selatan sebagai penanda resmi dimulainya kepengurusan baru JMSI di Bumi Batara Guru.
Momen tersebut tentu menjadi titik awal untuk memperkuat komitmen membangun ekosistem pers yang sehat, meningkatkan kualitas perusahaan media siber, serta mendorong lahirnya jurnalisme yang adaptif di tengah perubahan teknologi dan perkembangan informasi yang begitu cepat.
Ketua Panitia Pelantikan, Risal Mujur mengatakan, seluruh persiapan kegiatan telah rampung. Ia memastikan acara akan dihadiri Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, ungkapnya, Kamis (2/7/2026).
Kabarnya, selain Bupati, pelantikan turut mengundang unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, manajemen perusahaan, organisasi kemasyarakatan, serta insan pers dari berbagai media.
Risal bilang, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat eksistensi perusahaan media siber di Luwu Timur.
Tidak hanya itu kata dia, JMSI juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang jurnalistik sekaligus memperluas literasi digital di tengah masyarakat.
“Melalui kepengurusan yang baru, kami berharap JMSI Luwu Timur menjadi organisasi media yang profesional, independen, serta terus berkontribusi menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Risal.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Di era ketika informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, tantangan media bukan lagi sekadar menyampaikan berita, tetapi juga menjaga kepercayaan publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan beretika.
Karena itu, pelantikan JMSI Luwu Timur diharapkan menjadi awal dari penguatan sinergi antara perusahaan media, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi tersebut diyakini akan melahirkan ekosistem media yang sehat, sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui informasi yang mencerahkan, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan. (Solihin).














