INPUTRAKYAT_LUTIM,–Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler memenuhi undangan masyarakat di Dusun Malusettasi, Desa Balantang, Kecamatan Malili, tepatnya di tepi Sungai Malili, Manggu (30/12/18) malam.

Dalam kunjungan pribadi itu, terlihat Husler bercengkrama sekaligus mendengar langsung curahan hati (Curhat) warga serta melihat kondisi sosial masyarakat Desa Balantang yang notabenenya berprofesi sebagai nelayan.
Kegiatan yang dikemas dalam suasana santai itu, beberapa masyarakat menyampaikan keluhan diantaranya bantuan mesin perahu dan dana hibah pengembangan masyarakat nelayan yang dinilai tidak tepat sasaran.
Dalam pertemuan tersebut, Sulaiman salah satu tokoh pemuda Malili menyampaikan, bahwa pemerintah harus pintar merasa, jangan merasa pintar dalam menghadapi beberapa problematika sosial yang terjadi di kabupaten Luwu Timur khususnya di Kecamatan Malili.
Menurutnya, ada beberapa oknum yang mencoba untuk memisahkan hubungan dasar antara masyarakat dengan pemerintah, sehingga terkadang hal-hal yang menjadi hak dasar masyarakat tidak terdistribusi dengan baik, ungkap Ayy sapaan akrab Suleman.
Menanggapi hal itu, Husler sangat mengapresiasi pertemuan yang diinisiasi langsung oleh tokoh pemuda dan masyarakat. Disebutnya, akan menindaklanjuti keluh kesah yang disampaikan masyarakat nelayan Desa Balantang.
“Kami akan mengevaluasi kembali bantuan dana hibah dan mesin yang tidak tepat sasaran, karena ini dapat menjadi konflik sosial antar masyarakat nantinya. Bantuan yang seharusnya menjadi hak nelayan, justru dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tandas Husler.
Dalam pertemuan yang dihadiri puluhan masyarakat nelayan Dusun Malusettasi ini, berharap kedepan agar program yang dilakukan pemerintah daerah kabupaten Luwu Timur terlebih dulu melakukan verifikasi langsung ke lapangan, agar bantuan dan program itu tepat sasaran kepada masyarakat dan nelayan yang membutuhkan.
Liputan: Arif | Editor: Amk.














