Perjalanan KPK Ungkap Korupsi Di Sulsel , Sejak 2020

  • Whatsapp
Ket : Ketua KPK -Firli Bahuri

INPUTRAKYAT_JAKARTA–Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjabarkan perjalanan panjang penyidik KPK, mengungkap kasus dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bersama Kontraktor Agung Sucipto yang merupakan teman dekat NA.

“Pada sekitar awal 2021 ketika NA sedang berada di Bulukumba bertemu dengan saudara IR dan juga AS yang telah mendapatkan proyek wisata Bira, NA menyampaikan pada ER bahwa kelanjutan proyek wisata bira akan kembali di kerjakan oleh AS yang kemudian NA memberikan persetujuan dan memerintahkan ER untuk segera mempercepat pembuatan dukungan detail Engineering Desain in yang akan di lelang pada APBD tahun 2022″Beber Firli dalam Konfrensi pers penetapan tersangka dugaan Korupsi Nurdin Abdullah, Minggu, 28 Februari 2021

Bacaan Lainnya

Disamping itu pada akhir Februari 2021 ketika ER bertemu dengan NA, di sampaikan bahwa fee Proyek yang di kerjakan oleh AS di Bulukumba sudah di berikan kepada pihak lain. Saat itu NA mengatakan yang penting operasional kegiatan NA tetap bisa di bantu oleh AS, AS Selanjutnya pada tanggal 26 Februari 2021 di duga menyerahkan uang sebesar Rp 2 Milyar kepada NA melalui Saudara IR, Selain itu NA juga di duga menerima uang dari Kontraktor lain.

Uang sitaan KPK

“Pada Akhir 2020 NA menerima uang sebesar Rp 200 juta, kemudian pertengahan Februari 2021 NA melalui SB menerima uang 1 Milyar, selanjutnya pada Awal Februari 2021 NA melalui SB menerima uang sebesar Rp 2,2 Milyar” lanjut Firli

Berdasarkan keterangan para saksi yang cukup maka KPK berkeyakinan bahwa tersangka dalam perkara ini sebanyak 3 orang.

“Pertama sebagai penerima yaitu Saudara NA dan Saudara IR, sedangkan sebagai pemberi adalah saudara AS” Terang Firli Bahuri

Atas dugaan ini para tersangka di sangkakan melanggar Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

“Saudara NA dan ER disangkakan Pasal 12 huruf A dan pasal 12 huruf B atau pasal 11 dan pasal 12 B Besar, Undang-undang nomor 31 1999 tentang Pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagai mana telah di ubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 5 Ayat 1 ke 1 KUHP” Jelasnya

Konfrensi Pers KPK

Tak hanya NA DAN ER, AS selaku Kontraktor pemberi suap juga di ganjar dengan Undang-undang nomor 31.

“Sedangkan sebagai pemberi Saudara AS di sangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf A atau pasal 5 ayah 1 huruf B atau pasal 13 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi sebagai mana telah di ubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 5 Ayat 1 ke 1 KUHP” lanjut Firli

Kini para tersangka akan di Pindahkan ke lokasi Tahanan mereka di Rutan KPK. Masing-masing di tempatkan di Rutan berbeda.

“Para tersangka NA, ER dan AS di lakukan penahanan selama 20 Hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai 18 Maret 2021,Saudara NA akan di tahan di Rutan Cabang KPK, Cabang Pomdan Jaya Guntur, ER di tahan di Rutan Cabang KPK, pada kavlin C1, AS di tahan di Rutan KPK pada gedung merah putih” Terang Firli.

Liputan : Ardiansah |Editor :Risa

Anugrah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *