INPUTRAKYAT_LUTIM,–Perselutim dikabarkan batal ikut Liga 3 yang akan digelar di Kabupaten Enrekang, Sulsel, pekan depan.
Jadwal pembagian grub diputaran pertama yang diterima redaksi media ini terlihat tidak terdapat nama Perselutim.
Pengurus Perselutim sekaligus pemerhati sepakbola, Dicky Gonrong mengatakan, ketidakikutsertaan Perselutim di Liga 3 ini terkendala oleh dana.
“Kami sudah komunikasikan ke pemangku kebijakan tapi tidak ada respon, makanya Perselutim tidak ikut Liga 3,” ungkapnya, Kamis (11/11/21).
Karena tidak ada kejelasan dana kata Dicky, enam pemain Perselutim sudah bergabung di Persi Pangkep dan 4 orang di Liga 3 Persikama fc Jawa Barat serta satu orang di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Lalu bagaimana tanggapan Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Luwu Timur, Asgar Alie ketidak ikutnya Perselutim di Liga 3?
“Kami hanya mengikuti petunjuk pak Bupati, karena memang pengurus Perslutim itu belum terbentuk sepeninggalan Almarhum Amran Syam. Almarhum adalah Ketua Perslutim,” ujar Asgar.
Menurutnya, tiga Minggu lalu kami sudah chat pak Bupati terkait hal ini, dan beliau jawab “kalau ada kendala teknis biar kita fokus persiapan tim untuk Porda saja dulu, nanti kita perbaiki managemen untuk keikutsertaan kita di liga berikutnya, supaya persiapan lebih matang, termasuk kesiapan dana untuk menunjang kegiatan tersebut”.
Perlu pula saya jelaskan lanjut Asgar, bahwa Kami ini pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI, sementara Perslutim itu Klub.
“Sebenarnya bukan masalah dana, tapi masalah kesiapan tim. Pak Bupati tidak mau Perslutim ikut kalau betul-betul belum siap, dalam artian siap segalanya,” jelasnya.
Beliau (Bupati Budiman-red) mau kita jadi tuan rumah, jadi stadion harus siap. Beliau mau pemain harus kelas Liga, bukan pemain asal asalan. Beliau mau target lolos, artinya butuh dana, karena kalau kita lolos dari group kita lanjut ke zona timur, lanjut ke zona nasional, itu semua butuh dana. Sementara kita tidak siapkan dananya sebelumnya, bebernya lagi.
“Ini turnamen berjenjang, kita memang harus siapkan segalanya dari kami PSSI, utamanya pemain. Kita harus siapkan pemain yang benar-benar siap karena terget kita minimal Liga 2.
Selain itu, kita berharap pula jika stadion selesai kita bisa mengejar liga 1. Kita punya dukungan finansial, ada Vale, CLM, PTPN dan beberapa kontraktor lokal dan Nasional yang bisa diajak jadi sponsor. Namun kendalanya adalah sumberdaya lokal kita, utamanya pemain dan fasilitas.
“Betul kata bupati, kita harus siapkan semuanya dari sekarang supaya tahun depan bukan asal ikut, apalagi ini kelas Liga, harus profesional, bukan kelas porprov,” kuncinya.
Sementara itu, pendiri Perselutim, Ryan Latif menyayangkan alasan tersebut. “Itu hanya alasan, memang tidak ada niat, saya kira stadion Persesos Sorowako sudah layak digelar liga 3,” ujarnya.
Jadi, ketika tidak ikut di Liga 3 ini maka Perselutim akan terancam mendapatkan sanksi dari PSSI pusat berupa keanggotaannya dicoret dari club PSSI atau membayar sanksi administrasi dan lain-lain. Hal itu tertuang dalam statuta PSSI, jelasnya.
Olehnya itu, Bupati Lutim, Budiman harus bertanggung jawab soal ini, dan ini adalah bahan kampanye beliau saat mencalonkan diri sebagai wakil bupati mendampingi mendiang Husler pada Pilkada kemarin.
“Perselutim wajib ikut Liga 3, dan menjadikan tuan rumah sebagaimana bahan kampanye beliau sekaligus dituang dalam program prioritas pada poin 15. Ini harus dijalankan, jangan hanya mengeruk suara dari pecinta olahraga sepakbola yang terkesan pembohongan publik,” tandasnya.
Dengan adanya janji tersebut, saya kira wajar pecinta sepakbola menagih janji bupati untuk merealisasikan, terangnya.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.














