INPUTRAKYAT_LUTIM,–Tingginya harga dan kelangkaan pupuk menjadi permasalahan klasik yang berlarut-larut di bidang pertanian. Tak ayal, hal itu menjadi keluhan petani khususnya di kabupaten Luwu Timur.
Kepala Bidang PSP Dinas pertanian Luwu Timur, I Ketut Pasek mengatakan, jika kelangkaan pupuk tersebut kerana adanya pengurangan anggaran dari pusat.
“Dulunya kita berikan ke petani kurang lebih 10 sak per hektarnya, namun sekarang kurang lebih dari 5 sak,” kata Ketut Pasek saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/1/2024).
Idealnya kata dia, pupuk subsidi harus ditambah anggarannya, sehingga bisa diakses oleh masyarakat petani diikuti dengan tata kelola yang baik.
“Jadi harus ditambah tapi kalau tidak baik tata kelolanya, masih amburadul, berpotensi banyak penyelewengan, tingkat pengawasannya tidak bagus pun juga percuma,” tandasnya.
Sementara ketersediaannya hanya seperempat persen saja dari kebutuhannya. Padahal kata dia, anggaran dari kementerian mencapai Rp 26 Triliun hingga saat ini.
“Hanya orang-orang tertentu saja yang kemudian menikmati,” ujar salah seorang petani yang enggan namanya disebut.














