Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

PMI Lutim Istirahat dari Posko Covid-19, Ada Apa?

502
×

PMI Lutim Istirahat dari Posko Covid-19, Ada Apa?

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Anggota PMI Kabupaten Luwu Timur dikabarkan istirahatkan diri dari Posko Covid-19 di wilayah perbatasan Kabupaten.

Sekertaris PMI Lutim, Hasmuddin mengatakan, untuk sementara kami istirahat lantaran kami masih mengurus pencairan dana.

“Persoalan ini sudah kami komunikasikan dengan Ketua PMI Lutim, HM Thorig Husler,” singkat Hasmuddin.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Lutim, Kuswanto menuturkan bahwa untuk pencairan dana hibah tahap kedua yang diharapkan ternyata sudah dipotong dan dialihkan ke penanganan covid-19.

“Kita akan segera mungkin membicarakan persoalan ini,” ujar Katong sapaan akrabnya.

Menurutnya, para relawan PMI yang jaga di posko seharusnya diberi insentif, karena kami tergabung dalam tim gugus dan bahkan di SK kan.

“Hal itu juga sudah diungkapkan pak bupati sekaligus ketua PMI bahwa anggota PMI yang jaga di posko ada insentifnya,” ucapnya.

Cuman sampai saat ini belum ada realisasi terkait hal itu, ujarnya lagi.

Menurutnya, sebanyak 10 orang anggota PMI Lutim ditempat tugaskan di lima posko Kabupaten yang berada di perbatasan wilayah.

“Masing-masing posko 2 orang, inilah yang setiap tiga hari diroling, dan mereka jaga di posko sudah sebulan,” katanya.

Seminggu sebelum lebaran kami istirahat dulu sembari membicarakan persoalan tersebut, jelasnya.

Disinggung dana yang digunakan anggota PMI selama bertugas di posko kata Katong, ya’ kami hanya hanya kondisikan dana yang ada, untuk biaya bensin dan suplement.

“Pada intinya kami terkendala oleh dana, sehingga kami istirahat dulu bertugas di posko untuk sementara,” tambahnya.

Senada dari itu Wakil Ketua Bidang Relawan PMI, Muhammad Nur menjelaskan, selama anggota kami jaga di posko berbatasan hampir 6000 kendaraan yang masuk di Lutim disemprot.

Tidak hanya itu, kami juga sudah semprot 600 lingkungan warga yang tersebar di Kabupaten Luwu Timur.

Ditanya terkait insentif anggota PMI yang bertugas di posko, “jangankan relawan kami, tenaga medis saja yang bertugas di posko belum juga menerima honornya,” terangnya.

Tapi kami tidak terlalu berharap insentif itu karena kami merupakan relawan yang sudah terbiasa menghadapi hal ini di lapangan.

Memang yang saya lihat selama ini koordinasi di dalam tim gugus tidak berjalan secara maksimal.

Mengenai kembali bertugas di posko tetap kita akan laksanakan sembari mencarikan dana dari sumber lain untuk membiayai teman-teman.

“Besok kami rencana membicarakan hal ini bersama teman-teman,” pungkasnya.

Selain itu, rencananya tanggal 6 sampai 7 Juni kembali kami melakukan penyemprotan disinfektan secara massal, tutupnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *