Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Polemik Dualisme Kemokoloen Nuha Terjawab, Andi Baso Dimandatkan Kedatuan Luwu

760
×

Polemik Dualisme Kemokoloen Nuha Terjawab, Andi Baso Dimandatkan Kedatuan Luwu

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Polemik dualisme Kemokoloen Nuha akhirnya terjawab. Dikabarkan, Andi Baso Lamatulia dimandatkan sebagai Mokole Nuha yang sah.

Ditemui awak media, Andi Baso Lamatulia membenarkan hal itu, Jumat (02/07/2021). Ia menyebut, kalau dirinya baru-baru ini memenuhi undangan dari Istana Datu Luwu.

Kedatangan Andi Baso Lamatulia ke Istana Datu Luwu atau Istana Langkanae Luwu didampingi 10 anak suku Kemokoloen Nuha.

“Saya memenuhi undangan YM Datu Luwu Andi Maradang Makkulau, sekaitan pula klarifikasi isu miring yang menerpa saya,” ujarnya.

Dipertemuan tertutup yang dihadiri Dewan Adat 12 itu, saya membeberkan kalau isu tersebut tidaklah benar.

Isu tak sedap ini mengenai penjualan tanah adat dan tidak ada lagi anak suku yang senang ke saya serta merubah suku Timampu, sambungnya lagi.

Tak sampai disitu, Opu Datu juga menegaskan kalau saya adalah Mokole Nuha yang sah sebagaimana SK yang terbitkan pada 2009 lalu.

Masih ditempat yang sama, Opu Datu pun menyampaikan kalau tidak ada dua Mokole di wilayah sana, yang ada hanya satu yakni Mokole Nuha Andi Baso.

Terkait mengenai isu pemecatan saya, YM Opu Datu Andi Maradang Makkulau kembali menegaskan kalau hal itu tidak benar dan tidak sah.

Menurutnya, surat pemberhentian itu tidak pernah dikeluarkan oleh istana. Dan keputusan Andi Baso sebagai Mokole Nuha tidak bisa diganggu gugat dan ini sudah titah dari Kedatuan Luwu, ucap Andi Baso tiru penegasan YM Opu Datu.

Selain itu, Opu Datu juga menyampaikan, bahwa perubahan nama dari Mokole Matano menjadi Mokole Nuha adalah untuk menghindari polemik yang saat ini terjadi.

Polemik dualisme ini bukan baru kali ini terjadi, dimasa Kemokoloen Andi Halu pun pernah terjadi.

“Yang pasti perubahan nama itu adalah titah dari Kedatuan untuk menjaga kestabilan Kemokoloen,” terang Andi Baso.

Mengenai mandat tersebut, Andi Baso menegaskan akan menjalankan apa pun perintah YM Opu Datu sekalipun pahit maupun manis.

“Ini sudah tanggung jawab yang diamanahkan dari Kedatuan Luwu, saya akan menyerahkan jiwa dan raga ku untuk Kemokoloen Nuha sekalipun banyak rintangan,” tegas Andi Baso.

Ditanya polemik dualisme itu, Andi Baso menuturkan, hal tersebut sudah biasa, yang terpenting bisa menjaga kedamaian, dan tidak merampas hak saya.

“Kedepan saya akan mengangkat derajat Kemokoloen Nuha sekaligus memberikan hak-hak anak suku. Hak mereka jangan ditahan, dan saya tidak berhak untuk menghalang-halangi,” kuncinya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *