INPUTRAKYAT_LUTIM,— Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan progres signifikan. Dari total 128 desa/kelurahan, sebanyak 112 di antaranya telah memiliki lahan siap bangun atau mencapai sekitar 88 persen.
Meski demikian, masih terdapat 16 desa yang mengalami kendala, khususnya terkait ketersediaan lahan. Beberapa desa yang masih menghadapi persoalan tersebut antara lain Desa Panca Karsa, Desa Lewonu, Desa Kalatiri, dan Desa Bangun Karya.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Luwu Timur, Senfry Octavianus, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar hambatan tersebut dapat segera diatasi.
“Berdasarkan surat edaran Kemendagri Nomor 100.3.1.3/3507/SJ, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya, baik melalui penganggaran maupun langkah lainnya, agar pembangunan KDKMP dapat merata di seluruh desa,” ujarnya kepada Input Rakyat, Kamis (23/4/2026).
Lanjutnya, pelaksanaan pembangunan KDKMP saat ini masih terus berjalan dan ditargetkan rampung seluruhnya pada tahun ini.
Pembangunan KDKMP didukung anggaran dari APBN melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT. Agrinas. Sementara itu, pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator.
“Peran kami mencakup penyediaan lahan, pembentukan badan hukum koperasi, hingga memfasilitasi pelaksanaan Rapat Akhir Tahunan (RAT),” jelas Senfry.
Selain itu, berdasarkan surat dari Kemendagri, pemerintah daerah juga akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) tim validasi dan verifikasi terhadap seluruh bangunan koperasi yang telah dibangun.
Untuk pembangunan fisik kata Senfry, KDKMP dilaksanakan melalui kerja sama antara PT Agrinas dan TNI. Setiap unit koperasi dibangun di atas lahan berukuran 20 x 50 meter, dengan luas bangunan gerai sekitar 20 x 30 meter.
Ia berharap masyarakat dapat mendukung proses pembangunan KDKMP agar segera tuntas dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh desa di Luwu Timur.














