Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Projek Matano Belt Road Dibangun Tahun Ini, 25 KM Jalan Lingkar Ussu Tembus Nuha

1950
×

Projek Matano Belt Road Dibangun Tahun Ini, 25 KM Jalan Lingkar Ussu Tembus Nuha

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Berkat komunikasi aktif Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam ke Pemprov Sulsel, Jalan Lingkar Ussu – Nuha segera dikerja.

Hal itu dibuktikan dengan dikukuhkannya tim Gugus Tugas oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, pertanda dimulainya Projek Matano Belt Road.

Projek ini melibatkan semua pihak, mulai dari Pemerintah provinsi, Pemkab Luwu Timur dan berkolaborasi dengan Perusahaan PT.Vale.

Projek strategis baru ini diumumkan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Momen Perayaan Hari Jadi Luwu Timur ke-22 yang digelar di Lapangan Sport Center, Senin (19/5/2025).

Projek ini mengunakan APBD dan CSR (corporate social responsibility) PT. Vale, pembangunan jalan sepanjang 25 Kilo Meter ini menghubungkan Desa Ussu, Matano dan tembus ke Nuha.

“Tadi dikukuhkan tim gugus tugas sebagai langka awal dan hadiah untuk Luwu Timur, kita akan membuat jalan yang disebut Matano Belt Road,” kata Gubernur ASS.

Kata Gubernur, pembangunan jalan sepanjang 25 km, melibatkan kerja sama erat antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, serta perusahaan-perusahaan yang memiliki konsesi di daerah tersebut, termasuk PT Vale.

“Ini kolaborasi antara Pemprov, Pemkab dan tim pelaksana dari perusahaan PT.Vale,” kata Gubernur lagi.

Kita akan bekerja sama dengan perusahaan perusahaan. Satu perusahaan satu tugas. Dua tugas, tiga tugas, empat tugas.

“Lima tugas tergantung pak bupati. Gugus tugas ini kita bentuk kemarin pas hari Jumat saya tanda tangan. Sudah dilaksanakan,” ungkapnya.

Gubernur memerintahkan tim gugus yang dikukuhkan untuk segera memulai proyek Matano Belt Road dan ditargetkan mulai dikerjakan tahun ini.

“Insya Allah, pembangunan -pembangunan di Luwu Timur untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Luwu Timur,” kata Gubernur Sulsel.

Gubernur bilang, Proyek ini nantinya akan memudahkan mobilisasi mayarakat dari Ussu ke Nuha tanpa harus naik kapal Pelni.

“Orang dari ussu nanti menyebrang lewat jalur lingkar pesisir danau, tidak perlu lagi semuanya naik melalui angkutan kapal pelni” tambah Gubernur yang disambut kata mantap para tamu undangan yang hadir.

Gubernur juga menyinggung soal pengoperasian Bandara Sorowako yang dinilai tidak lagi optimal. Ia mengatakan, selama dirinya tidak lagi jadi Gubernur, Bandar Andalan Sorowako tidak ada lagi pesawat mendarat.

“Saya minta nanti diterbangkan lagi kembali. Sehingga nanti kalau pesawat sudah terbang kembali melayani masyarakat lebih banyak,” tandas Gubernur Sudirman.

Ia menjelaskan, alokasi Rp 1,4 triliun hasil dari efisiensi dan relokasi yang kita lakukan itu termasuk ada subsidi untuk penerbangan, termasuk Rp 56 miliar stunting untuk sekitar 15 ribu anak stanting.

“Kita akan kawal dengan anggaran 56 Miliar, termasuk orang tua dan anaknya, kita masukan program kita akan berikan 1 juta perorang. Kita akan kasi di depan Rp 300 dan setelah lulus program kita kasi Rp 700 Untuk tabungan anak,” bebernya.

Kemudian, ada 300 sekolah kita perbaiki. Dengan anggaran Rp 200 miliar dari Pemprov dan ada juga dari nasional.

Terakhir, perlu saya sampaikan juga, bahwa di Sulawesi Selatan akan dibangun sekitar Rp 780 miliar untuk irigasi kerjasama dengan kementerian dan Pemprov akan menyiapkan anggaran pendampingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *