Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

PT. Vale Indonesia Gelar Simposium

391
×

PT. Vale Indonesia Gelar Simposium

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,–PT Vale Indonesia, Tbk (PT Vale) menggagas Simposium bertajuk “Keberlanjutan: Investasi Masa Depan” di Hotel Claro, Makassar, 6 Februari 2019.

Simposium sehari tersebut menghadirkan panelis yang merupakan praktisi di bidang keberlanjutan dan dihadiri oleh 200 tamu undangan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akademisi, korporasi, LSM, dan para jurnalis.

Melalui simposium, peserta diharapkan dapat mengembangkan wawasan seputar isu keberlanjutan, saling bertukar pikiran, serta mendalami praktik-praktik terbaik dalam sustainability.

Panelis dalam Simposium Keberlanjutan adalah anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Ir. Tumiran, M.Eng Kepala Pusat Standardisasi Lingkungan dan Kehutanan KLHK, Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Budi Santosa corporate sustainability advisor, Jalal serta Deputi CEO PT Vale Febriany Eddy.

Menurut UN Brundtland Commission, pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang berprinsip. “Memenuhi kebutuhan generasi masa kini, tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka” (Meeting the needs of the present generation without compromising the obility of future generations to meet their own needs). Keputusan keputusan yang diambil hari ini, perlu memperhitungkan kepentingan masa depan.

“Bagi PT Vale, kami percaya bahwa triple bottom ine people-planet profit adalah, mata rantal yang mustahil diputus. Ada prinsip mendasar di balik triple bottom line. Ketika Perusahaan mengukur dampak dan punya manajemen pengelolaan dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial, maka kami akan memiki organisasi yang bertanggung jawab secara lingkungan, secara ekonomi, dan secara sosial,” kata CEO PT Vale Nico Kanter dalam sambutannya.

Selama 50 tahun beroperasi di Indonesia, PT Vale mendukung Sustainable Development Goals melalul ktik-praktik penambangan yang baik (good mining practices). “DI PT Vale, berinvestasi pada keberlanjutan bukanlah sebuah nilai tambah, melainkan sebuah keharusan, hal itu sesuai dengan misi Perusahaan yaitu mengubah sumber daya alam menjadi kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan,” kata Nico Kanter.

Sebelum memasuki sesi tanya-jawab, panelis membawakan materi yang mengupas isu kebertanjutan dari beragam perspektif mulai dari pentingnya keberlanjutan dan sasaran pembangunan berkelanjutan, keberlanjutan dalam praktik energl tersebut, keberlanjutan dalam praktik lengembangan sosial serta keberlanjutan dalam bisnis pertambangan.

“Sustainability bukanlah isu yang untuk mendukung inisiatif keberlanjutan,” kata Ir. Noer Adi Wardojo, M.Sc.

Di sektor energi, Dr. Ir Tumiran, M.Eng mengatakan, porsi energi baru dan terbarukan (EBT) pada baruan energi masih di bawah target yang ditetapkan. Untuk berkontribusi pada porsi energi terbarukan, diperlukan pemahaman. Untuk itu, edukasi diperlukan ke seluruh lapisan masyarakat.

Sementara Jalal menambahkan dari sisi pemberdayaan masyarakat bahwa, tujuan bisnis adalah kemakmuran bersama dan kebertanjutan.

Liputan: Noya | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *