INPUTRAKYAT_LUTIM,–Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat berlimpah. Hal itu dibuktikan dengan tersebarnya di beberapa provinsi yang saat ini dikelolah negara, seperti tambang batu bara, minyak bumi dan hingga potensi panas bumi.
Terkhusus di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di wilayah Kecamatan Nuha, terdapat SDA berupa nikel yang saat ini ditambang oleh PT. Vale Indonesia, sejak 1968, sehingga menjadi bagian pasokan nikel dunia.
Disamping itu, PT. Vale Indonesia tetap mengedepankan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup dan sosial sesuai misi perusahaan yakni mengubah sumber daya alam menjadi sumber kemakmuran dan pembangunan berkelanjutan.
Lalu apa saja yang dijalankan PT. Vale Indonesia sesuai misinya tersebut?
Chief Executive Officer (CEO) & Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy menjelaskan, bahwa PT. Vale Indonesia saat ini tengah menggunakan tenaga kerja lokal yang berdomisili di Kabupaten Luwu Timur berkisar 87,03 persen.
Selain itu kata dia, PT. Vale juga melakukan reklamasi terhadap purnatambang dengan mengintegrasikan kegiatan pembukaan lahan tambang dengan kegiatan reklamasi dan rehabilitasi.
Lahan yang direhabilitasi pada tahun 2017 seluas 53 ha. Dengan demikian, sampai dengan akhir tahun 2017, luasan lahan direhabilitasi telah mencapai 4.154 ha, sambungnya lagi.
Untuk memenuhi kebutuhan kegiatan rehabilitasi di lahan purnatambang, PT. Vale Indonesia membangun kebun bibit modern (nursery) seluas 2,5 hektar yang telah beroperasi sejak April 2006. Nursery memproduksi rata-rata 700.000 bibit dan merehabilitasi lebih 100 hektar lahan pascatambang per tahun.
Di Nursery itu, PT. Vale malakukan pembibitan tanaman asli setempat (native species) dan tanaman endemik yang merupakan bagian dari konservasi keanekaragaman hayati.
Tanaman asli setempat antara lain betao, bitti, nyatoh, dan manggis hutan. Sementara tanaman endemik yakni eboni dan buah dengen. Bibit tanaman lokal diperoleh dari area tambang yang dibuka atau hasil kerja sama dengan masyarakat setempat, jelas Febriany.
Tak sampai disitu kata Febriany, PT. Vale Indonesia saat ini telah memiliki tiga PLTA yang berada di Larona, Balambano, dan Karebbe, yang total kapasitasnya mencapai 365 Megawatt dan telah memasok 94% kebutuhan listrik di pabrik pengolahan nikel.
Senada dari itu, Kadis Pendapatan dan Keuangan Daerah (DPKD) Lutim, Ramadhan Pirade, membenarkan hal demikian. Menurutnya, PT. Vale Indonesia juga mendistribusikan untuk kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Luwu Timur lewat PLN 10,7 MW, sekaligus membayar pajak ke Pemerintah Daerah sebesar Rp 165 miliar pertahun, serta pajak lainnya, sehingga total kontribusi PT. Vale sedikitnya Rp 375 Miliar pertahun.
Kembali dibeberkan Febriany, Berbicara lingkungan, PT. Vale berkomitmen untuk berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, pada seluruh kegiatan yang dijalankan. Sejalan kebijakan Global Vale, pengelolaan lingkungan bertujuan mendukung pencapaian kegiatan pertambangan karbon netral dan transisi menuju ekonomi rendah karbon.
“Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian lalu mengedepankan kepatuhan pada regulasi dan praktik-praktik terbaik tambang berkelanjutan. Setiap rencana pengembangan kegiatan operasi dan usaha, selalu dilengkapi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta perizinan lain,” pungkasnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa selain bertanggung jawab atas bisnis dan kegiatan produksi, PT. Vale Indonesia juga bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat disekitarnya.
Tanggung jawab tersebut diwujudkan PT. Vale melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau program pemberdayaan masyarakat (PPM) yang bertujuan mengembangkan lingkungan dan masyarakat kearah yang lebih baik dan berkelanjutan, bebernya.
Dalam menjalankan program tersebut PT. Vale melibatkan dua pilar lainnya yakni pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur dan masyarakat, sebutnya.
Program CSR itu dibangun dalam konsep Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM), kemitraan strategis dan kontribusi strategis. Kesemuanya itu berkaitan dengan kebijakan dan strategi CSR terhadap strategi bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai bukti, PT. Vale menyalurkan anggaran PPM di tahun 2020 untuk empat wilayah pemberdayaan yakni Kecamatan Nuha, Towuti, Wasuponda dan Malili sebanyak 4,1 juta USD dengan perkiraan jumlah penerima manfaat 21.000 individu dari 38 Desa. Alhasil dari program tersebut, PT. Vale Indonesia dinobatkan TOP CSR Award, ujarnya.
Disamping itu, PT. Vale Indonesia tetap berkomitmen memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan memberi dukungan terhadap penanganan pandemi Covid-19 kepada Pemerintah Daerah Luwu Timur, melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten serta pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Secara keseluruhan, dukungan yang diberikan sebesar AS$2,6 juta, ungkap Febriany.
Tidak hanya itu tambahnya, PT. Vale juga membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang pandemi Covid-19 di empat wilayah pemberdayaan di Blok Sorowako, dengan nilai investasi AS$17.244.
Liputan: Andi Makkasau | Editor: Redaksi.
















