Example 728x250
Example 728x250
Input Sulbar

Rembuk Stunting Desa Awo 2026, Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Sehat dan Bebas Stunting

41
×

Rembuk Stunting Desa Awo 2026, Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Sehat dan Bebas Stunting

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAJENE, — Pemerintah Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, secara resmi menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026, Jumat (22/05/2026), bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Desa Awo.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat komitmen bersama serta menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting secara terpadu di tingkat desa.

Rembuk Stunting ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Awo, Samsul Manjurai, S.IP., Kepala Sub Bagian Perencanaan Pemerintah Kecamatan Tammerodo Sendana, Rohana, SE, yang mewakili Camat Tammerodo Sendana, Kepala UPTD Kesehatan (Puskesmas) Tammerodo, Hj. Nurani, S.Kep., Ns., MM., serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tammerodo, Napi, S.Ag.

Turut hadir pula perwakilan UPT DPPKB Tammerodo, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pendamping Desa, Pendamping PKH Kementerian Sosial Kabupaten Majene, Bidan Desa, kader Posyandu, hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK) Desa Awo.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Awo, Samsul Manjurai, S.IP., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak lintas sektor yang selama ini terus bersinergi mendukung program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Awo.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi merupakan momentum penting dalam merumuskan langkah konkret dan kebijakan yang tepat sasaran guna menekan angka stunting di desa.

“Melalui rembuk ini, kita ingin memastikan seluruh program dan penganggaran desa benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting,” ujarnya.

Selain menjadi ruang evaluasi program yang telah berjalan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyusun prioritas intervensi stunting tahun 2026, mulai dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi keluarga, penguatan peran Posyandu, hingga pendampingan calon pengantin dan keluarga berisiko stunting.

Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat dan kebersamaan, mencerminkan kuatnya komitmen Pemerintah Desa Awo bersama seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis: Rz/Ab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *