Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Input Lutim

Resmi, Kamus Bahasa Wotu Diluncurkan

349
×

Resmi, Kamus Bahasa Wotu Diluncurkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Untuk melestarikan bahasa Wotu, salah satu bahasa asli kabupaten Luwu Timur, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin meluncurkan Kamus Bahasa Wotu.

Acara yang berlangsung di Aula Prof. Mattulada Universitas Hasanuddin pada Senin 16 Oktober 2017 tersebut juga dihadiri oleh Direktorat Jendral Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Hilmar Farid dan Rektor UNHAS, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Example 300x600

Bupati Luwu Timur, H. Muh. Thorig Husler menyerahkan kamus kepada Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid dan Rektor UNHAS, Dwia Aries Tina sebagai tanda diluncurkannya kamus Bahasa Wotu yang ditulis oleh Ridwan Arsyad yang juga seorang guru SD di Wotu tersebut secara resmi.

Menurut Husler, peluncuran kamus Bahasa Wotu tersebut sebagai upaya untuk menjaga kelestarian bahasa Wotu yang kini nyaris punah.

“Bahasa adalah aspek yang sangat vital, karena tanpa bahasa, ¬†tidak akan mungkin kita dapat berkomunikasi.” Kata Husler saat memberikan sambutan.

Husler juga menjelaskan bahwa dahulu bahasa Wotu adalah bahasa sehari-hari masyarakat di daerah Wotu yang juga menjadi pusat niaga dan segitiga emas yang menghubungkan Tana Luwu dengan sejumlah daerah di Sulawesi Tengah dan Tenggara.  Namun seiring perkembangan jaman, bahasa Wotu mulai tersingkir dan kini hampir punah.

Dengan di luncurkannya kamus bahasa Wotu tersebut Husler berharap dapat melestarikan bahasa Wotu dan memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang bahasa Wotu.

Rektor UNHAS, Prof. Dwia Aries Tina Pulubuhu juga mengapresiasi peluncuran kamus tersebut.

“Selamat pak bupati bahasa Wotu dikamuskan, kalau bisa nanti di digitalkan.” Kata Dwia.

Dwia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya memandang Budaya sebagai warisan yang butuh biaya operasional yang tinggi dalam menjaganya, tetapi generasi muda harus bisa menjadikan budaya sebagai modal untuk mendobrak masa depan.

Pada acara yang dirangkaikan dengan Temu Budaya Nusantara oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya se Indonesia tersebut, Bupati Luwu Timur H. Muh. Thorig Husler juga didampingi oleh Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah raga Kabupaten Luwu Timur, Hamris Darwis.

Husler juga menyempatkan diri mengunjungi pameran badik yang digelar dipelataran Fakultas Ilmu Budaya UNHAS. pameran tersebut banyak memamerkan badik sulawesi terutama yang berasal dari tana Luwu.

Liputan: Mad | Editor: Zhakral.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *