INPUTRAKYAT_JAKARTA,–Tindak kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, yang dilakukan oleh oknum TNI AL.
Hal tersebut dialami Jonathan Ferdinan Sigar yang bekerja di Kantor Berita InputRakyat.co.id selaku Kepala Biro Wilayah DKI Jakarta.
Akibatnya, Jhontan mengalami luka lebam dibagian tangan, badan, kaki dan mulut.
Kejadian bermula saat dirinya bersama 40 wartawan lainnya dari berbagai media hendak melakukan peliputan peluncuran fasilitas TNI AL dan kegiatan olahraga KASAL di lapangan, tepatnya di Mabes TNI AL, Jumat (20/04/18) sekitar pukul 07.10 WIB.
Jonathan menceritakan kejadian yang dialaminya, bahwa sekitar pukul 10.30 WIB, saya bersama wartawan lainnya menunggu pembagian suvenir. Seketika itu saya mengambil gambar kearah anggota Dispenal bernama Kapten inisial N.
Tiba-tiba kata Jonathan, saya ditegur dengan nada keras oleh N.”Kenapa kamu foto saya,” teriaknya.
Tak sampai disitu, saya di bawa ke Pos Provost lalu digebukin, ditendang, digaplek oleh 3 PNS, 6 Suspensi dan wanita anggota diapenal, beber Jonathan.
Beberapa menit kemudian tiba-tiba Komandan Dispenal inisial M masuk ke ruang Provost tanpa bertanya langsung menonjok dan menyuruh saya membuka pakaian dibadan, sehingga tersisa pakaian dalam yakni kolor, terangnya.
Itu terjadi lantaran saya dianggap menyusup dan masuk tanpa izin penjagaan di tiga Pos Mabes. Parahnya, saya dituduh Teroris dan ingin membom tempat tersebut, namun mereka tak mampu membuktikan apa yang dituduhkan.
Dan bahkan kata dia, saya ditodong pistol untuk mengaku kalau saya Teroris.
Lanjutnya, pada pukul 12.30 WIB usai sholat Jumat saya dibawa ke ruang bawah tanah untuk diintrogasi selama 9 jam sembari ditendang dan digebukin tepat dibagian punggung.
Tak hanya itu, saya dipaksa membuat surat pernyataan diatas materi. Inti dari bunyi surat itu bahwasanya saya akan ditembak mati atau di masukkan kedalam karung untuk dibuang di laut. Lalu 5 orang lainnya mengancam saya mengatakan,”awas, kalau kamu buat surat kaleng dan viralkan ke media, kamu tidak selamat dan juga keluarga kamu ya,” ucap Jonathan.
“Atas perlakuan ini, saya merasa trauma. Sementara saya sudah meminta maaf berkali-kali,” katanya.
Atas kejadian itu, penasehat hukum InputRakyat.co.id, Nasrum Naba saat ini tengah mendampingi Jonathan dan melaporkan persoalan tersebut di POM Lantamal Mabes TNI AL, Senin (23/04/18).
“Kami sudah laporkan terduga pelaku terhadap wartawan kami, di ruang Lidkrim Mabes TNI AL,” ungkapnya.
Kami mengapresisasi pihak POM Lantamal Mabes TNI AL dalam menyikapi persoalan ini dengan mengambil keterangan korban, terang Naba.
Selanjutnya pihak nya akan memanggil dan memeriksa oknum TNI AL (pelaku-red) tersebut sesuai dengan UU yang berlaku.
“Kami sayangkan hal ini terjadi, seharusnya oknum TNI AL tersebut paham atas tugas dan fungsi Jurnalis sebagaimana tertuang dalam UU Pers,” kuncinya.
Liputan: Anca | Editor: Amk.














