Sah KPK : NA Tersangka

  • Whatsapp
Ket : Pengumuman Tersangka Nurdin Abdullah di gedung KPK

INPUTRAKYAT_JAKARTA- Firli Bahuri Ketua KPK memimpin langsung penetapan tersangka Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, pada Minggu pagi di Kantor KPK Jakarta. Penetapan ini juga di siarkan secara langsung melalui akun you tube KPK RI, Minggu 28 Februari 2021

Firli Bahuri -Ketua KPK saat mengumumkan status tersangka NA

“Hari ini kami akan menyampaikan terkait penanganan perkara dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji dan gratifikasi oleh penyelenggara negara, atau para pihak yang mewakilinya terkait dengan pengadaan barang jasa perijinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 – 2021” Kata Firli dalam keterangan persnya.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan pers ini terlihat Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, berada di belakang Petinggi KPK dan mengenakan rompi orang, bertuliskan Tahanan KPK. Nurdin Abdullah bersama dengan 2 orang lainnya yakni Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum Edi Rahmat dan Kontraktor terduga pemberi suap Agung Sucipto.

“Tim KPK telah mengamankan 6 orang pada hari jumat tanggal 26 Februari 2021,jam 23:00 sampai dengan dinihari di 3 tempat yang berbeda di daerah Sulawesi Selatan, yang pertama adalah rumah dinas Saudara IR, di Kawasan Hertasning jalan poros Bulukumba dan Rumah Jabatan dinas Gubernur Sulawesi Selatan” lanjut Firli

Dalam kesempatan ini Filri juga menyebut inisial Dari 6 orang, yang di tangkap oleh KPK dalam drama korupsi proyek infrastruktur yang di duga melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

“Yang pertama adalah AS , profesi adalah sebagai kontraktor, yang kedua NY sebagai Supir saudara AS, yang ke tiga SB adalah ajudan dari saudara NA, ER jabatan adalah Sekertaris Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Selatan dan F Supir Dari Keluarga Saudara ER dan NA jabatan sebagai Gubernur Sulawesi Selatan”

Dengan keterangan ini Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah resmi di tetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang merugikan negara.

Liputan : Ardiansah |Editor : Risa

Anugrah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *