INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Cashlez, Perusahan payment agregator yang berdiri sejak 2015 kini melebarkan sayap ke Indonesia Timur dengan membuka cabang baru di Karebosi Link kota Makassar, Selasa (8/10/2019).
Kehadiran Cashlez di kota Makassar bertujuan membantu pemerintah dalam mendigitalisasi para pelaku UMKM untuk beralih dari terima uang tunai ke non tunai.

Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Kota Makassar, Sittiara Kinang yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Makassar M. Ansar, mengatakan Aplikasi Cashlez dapat memudahkan masyarakat bertransaksi.
“Dengan aplikasi ini tidak lagi susah membawa uang tunai kini lebih aman, resiko membawa tunai jangan sampai di copet lagi. Tetapi dengan adanya aplikasi seperti ini bisa memudahkan pengusaha kecil, menengah maupun ke masyarakat luas, ” ujar Sittiara.
Sementara itu, CEO Cazhlez, Teddy Tee menyampaikan bahwa Makassar memilih potensi yang besar dan pemerintah pun sangat mendukung UMKM di Makassar untuk beralih ke digital.
“Kami ingin membantu pemerintah kota Makassar untuk mengedukasi masyarakat mengenai transaksi non tunai ini agar dapat meningkatkan omset para pemilik usaha, ” Kata Teddy.

Cashlez memilih Kota Makassar untuk perluasan jaringannya juga karena Makassar merupakan destinasi wisata dengan potensi pasar yang besar.
Destinasi wisata menjadı fokus utama Cashlez sesuai kerjasama dengan VISA untuk memudahkan pelaku usaha di destinasi wisata tersebu dalam menerima pembayaran clektronik yang cepat, aman dan dapat diandalkan.
Penerapan pembayaran elektronik diharapkan dapat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya, sebagaimana mereka akan dapat menerima pembayaran kartu dari sekitar 17 juta wisatawan mancanegara yang ditargetkan berkunjung ke Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tahun 2019.
“Kantor cabang Makassar ini sudah mulas resmi beroperasi perawal bulan Mei lalu. Strategi awal kami dalam mendekatkan diri kepada pemilik usaha di Makassar adalah dengan memberikan edukası mengenai permbayaran non-tuna, karena melalui edukasi ini para pemilik usaha dapar lebih paham, baik dalam segi manfaat maupun penggunaannya,” tambah Steven Samudera, Komisaris Utama Cashlez
Berdiri sejak tahun 2015, Cashlez menyediakan layanan mobile Point-of-Sale dan penerimaan pembayaran non-tunai (kartu kredit, kartu debit, e-wallet) dalam satu aplikasi.

Cashlez telah memiliki izin dari Bank Indonesia dan belum lama ini menerima penghargaan Rekor dari MURI. Saat ini Cashlez telah membantu lebih dari 6.000 pemilik usaha, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga enterprise.
Selanjutnya, Cashlez akan terus fokus dalam melakukan ekspansi dan penetrası pasar demi terciptanya cashlessr society di Indonesia. (*)














