Example 728x250
Example 728x250
Input Makassar

Tingkatkan Kapasitas Unit Pengolahan Ikan, BKIPM Makassar Gelar Pelatihan HACCP

576
×

Tingkatkan Kapasitas Unit Pengolahan Ikan, BKIPM Makassar Gelar Pelatihan HACCP

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar mempunyai peran sebagai ujung tombak dalam pembangunan sistem dan usaha perikanan sebagai instrumen perlindungan sumberdaya hayati ikan dan akses perdagangan bagi produk perikanan.

Tugas BKIPM Makassar salah satunya adalah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada UPI di Sulawesi Selatan serta meningkatkan kompetensi Quality Control (QC). Selain itu,  BKIPM Makassar bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha perikanan berusaha untuk selalu memenuhi permintaan pasar, khususnya pasar internasional.

Berdasarkan data statistik, pada tahun 2018 Sulawesi Selatan memiliki 94 UPI/UPRL dan pada tahun 2019 telah meningkat menjadi 118 unit. Selain itu, pada tahun 2018 diterbitkan 335 sertifikat HACCP dan 10.661 sertifikat kesehatan mutu.

Selain itu, volume ekspor produk perikanan Sulsel di tahun 2018 mencapai 33.533.758 kg dengan nilai 2,49 triliun. Adapun 5 komoditas utama produk perikanan Sulsel tahun 2018 adalah rumput laut, gurita, udang vanamei, tuna dan tenggiri sedangkan untuk tahun 2019 (sampai bulan Agustus 2019) didominasi oleh rumput laut, karaginan, udang vanamei, tuna dan gurita.

Sehubungan dengan hal tersebut, BKIPM Makassar melaksanakan kegiatan Pelatihan HACCP pada tanggal 8 sampai 11 Oktober 2019 bertempat di Hotel Dalton.

Kegiatan Pelatihan HACCP ini dibuka oleh Kepala BKIPM Makassar dan diikuti oleh 57 orang peserta dengan rincian yaitu  31 orang peserta dari UPI, 20 orang peserta dari UPRL, 5 orang peserta dari BKIPM Makassar dan 1 orang peserta dari SMK 9 Makassar.

Hadir pada pembukaan kegiatan antara lain Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Korda Sulsel. Adapun narasumber Pelatihan HACCP ini adalah Pusat Pengendalian Mutu BKIPM.

Dalam sambutannya, Sitti Chadidjah menyampaikan bahwa keamanan produk perikanan merupakan permasalahan pangan saat ini, dimana kasus keracunan pangan dan kontaminasi bakteri patogen merupakan isu utama di negara mitra.

“Keamanan pangan merupakan faktor utama perlunya penerapan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) di UPI. Pelatihan HACCP di Unit Pengolahan Ikan. Pelatihan ini juga memberikan informasi tentang kemunduran mutu ikan, jaminan mutu produk perikanan dan pembuatan manual HACCP”jelas Sitti.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM di Unit Pengolahan Ikan dalam rangka memberikan jaminan terhadap produk perikanan yang dihasilkan UPI sehingga aman dikonsumsi dan bernilai ekonomis tinggi.

Selain kegiatan mutu dan keamanan hasil perikanan, BKIPM Makassar juga fokus pada kegiatan pengujian destructive fishing dalam rangka mendukung visi KKP yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *