Example 728x250
Example 728x250
Input LutimInput Pendidikan

SDN 242 Pasi-Pasi Tanamkan Budaya Positif, Kepala Sekolah Tegaskan Adab Sebelum Ilmu

54
×

SDN 242 Pasi-Pasi Tanamkan Budaya Positif, Kepala Sekolah Tegaskan Adab Sebelum Ilmu

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—SDN 242 Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, terus menanamkan budaya positif kepada siswa melalui pembiasaan bersalaman antara guru dan siswa setelah pelaksanaan upacara bendera setiap Senin.

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini menjadi bagian dari pendidikan karakter untuk membentuk siswa yang santun, saling menghormati, serta memiliki rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah Senin, 26 Oktober 2026.

Para siswa bersama guru dan warga sekolah kembali melaksanakan kebiasaan tersebut. Mereka bersalaman secara bergantian sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya mempererat hubungan antara guru dan siswa.

Kepala SDN 242 Pasi-Pasi, Selvy A., S.Pd., mengatakan pembiasaan budaya positif perlu ditanamkan sejak dini agar nilai-nilai kesopanan dan penghormatan menjadi bagian dari kepribadian anak.

Menurutnya, bersalaman bukan sekadar rutinitas setelah upacara, melainkan memiliki makna dalam membangun hubungan yang harmonis, menumbuhkan sikap saling menghargai, serta menciptakan suasana sekolah yang damai dan penuh kekeluargaan.
“Adab dulu baru ilmu,” tegas Selvy.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan sederhana tersebut, siswa diajarkan untuk menghormati guru dan sesama, sekaligus membangun kedekatan tanpa sekat di lingkungan sekolah.

Selain itu, bersalaman setelah upacara diharapkan menjadi awal yang positif bagi seluruh warga sekolah untuk memulai aktivitas pembelajaran dengan semangat, hati yang bersih, dan hubungan yang lebih baik.

Selvy berharap budaya bersalaman tersebut dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan dengan penuh ketulusan, bukan sekadar menjadi formalitas atau rutinitas semata.

Ia juga menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai sopan santun di luar lingkungan sekolah, terutama di rumah dan masyarakat.

“Harapan saya, budaya bersalaman ini terus dijaga dan tidak hilang dimakan waktu. Jadikan jabat tangan sebagai simbol ketulusan untuk saling menghormati dan memaafkan.Yang terpenting, sikap sopan santun ini tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat,” harapnya.

Melalui pembiasaan budaya positif ini, SDN 242 Pasi-Pasi berupaya membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga berkarakter, berakhlak baik, dan mampu menghargai sesama.

Bagi Selvy, pendidikan sejatinya tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang dikuasai siswa, tetapi juga bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang santun dan beretika. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *