Example 728x250
Example 728x250
Input MetroInput Regional

Sekitar 40 Patahan Gempa Tersebar Di Pulau Sulawesi

563
×

Sekitar 40 Patahan Gempa Tersebar Di Pulau Sulawesi

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Indonesia terletak di zona tumbukan lempeng-lempeng tektonik aktif, maka wilayah Indonesia menjadi kawasan yang rawan gempabumi. Sabtu, 27 Oktober 2018.

Khususnya di wilayah Sulawesi Selatan Koordinator Gempa Bumi Balai Wilayah IV BMKG Makassar, Jamroni mengatakan ada 40 patahan gempa yang tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi.

“Ada sekitar 40 patahan yang sudah dideteksi di Pulau Sulawesi, sebagai patahan paling aktif. Untuk itu kita mesti waspada,” ujarnya dalam diskusi ‘Potensi dan Mitigasi Geologi Sulawesi’ di Hotel Gammara, Makassar, Jumat (26/10/2018).

Lebih lanjut Jamroni menjelaskan, Pulau Sulawesi terletak pada zona pertemuan tiga lempeng yang besar di dunia yang dikenal dengan sebutan triple junction. Karena adanya tiga lempeng besar ini, terjadi pola pergeseran lempeng dalam bentuk sesar geser, dan sesar baik.

Ketiga lempeng besar yang dimaksud adalah Lempeng Sunda, lempeng Australia, dan juga lempeng Filipina. “gempa terjadi karena salah satu dari sesar tersebut aktif sehingga terjadilah bencana gempa,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Puslitbang Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin, Adi Maulana mengungkapkan bahwa wilayah kota Makassar, relatif aman dari gempa dan tsunami berskala besar.

“Kota Makassar itu relatif aman dari gempa berskala besar. Namun demikian kita tetap waspada,” ungkap Adi Maulana

Patahan yang paling dekat itu, yakni patahan yang disebut Wallanae. Dia melintasi Pinrang, Bone dan Soppeng.

“Makassar tidak berada di jalur gempa, akan tetapi getaran dari gempa terdekat bisa saja getarannya sampai di Kota Makassar, kita harus tetap waspada. Sedangkan kalau untuk gempa berskala yang sangat besar, itu tidak akan terjadi di Makassar karena tidak dilalui patahan,” terang dia.

Selain mengimbau untuk tetap waspada, Adi Maulana juga merilis bencana gempa yang pernah terjadi di Sulawesi Selatan.

Gempa Bulukumba tanggal 29 Desember 1828, intensitasnya VIII-IX MMI. Gempa Tinambung tanggal 11 April 1967, kedalaman 33 km dengan kekuatan 5,3 SR. Gempa Majene tanggal 23 Februari 1969, kekuatan 6,9 SR. Gempa Mamuju tanggal 6 September 1972, kekuatan 5,8 SR. Gempa Mamuju tanggal 8 Jamuari 1984, kekuatan 6,6 SR. Gempa Ulaweng tanggal 8 April 1993, kekuatan 5,5 SR. Gempa Pinrang 28 September 1997, kekuatan 6 SR, dan Gempa Sorowako tanggal 15 Februari 2011, kekuatan 6,1 SR.

Adi Maulana menambahkan, kondisi geologi Pulau Sulawesi sangatlah unik, karena Pulau Sulawesi disebutnya berbatasan langsung dengan lempeng-lempeng besar.

“Indonesia sangat rawan bencana, karena dikelilingi lempeng-lempeng yang besar, bahkan di negara kita terdapat 129 gunung api aktif, bahkan tiga di antaranya berada di bawah laut,” pungkasnya.(**)

Liputan : Noya | Editor: Amk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *