Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Seragam Sekolah Gratis Lutim Sudah Tuntas, Pemda dan DPRD Pastikan Keluhan Tak Terabaikan, Warga Ucap Syukur

792
×

Seragam Sekolah Gratis Lutim Sudah Tuntas, Pemda dan DPRD Pastikan Keluhan Tak Terabaikan, Warga Ucap Syukur

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Paket seragam sekolah gratis ke 16.253 siswa mulai dari TK atau PAUD sampai SMP se Luwu Timur sudah disalurkan.

Beredar kabar jika ada beberapa seragam sekolah yang dibagikan tidak cocok alias kekecilan. Bahkan persoalan ini akan digiring lewat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Lutim.

Namun, Ketua Komisi I DPRD Lutim, Sukman Sadike menegaskan kalau pihaknya belum menerima laporan atau aduan terkait persoalan tersebut.

“Tidak ada laporan masyarakat terkait ada baju seragam sekolah yang dibagikan kekecilan, apa yang mau di RDP kan, toh kalau ada pasti kita laksanakan, tetapi kita lihat dulu berapa banyak yang kekecilan,” ungkapnya, Kamis (2/4/2026).

Kata Sukman, kalau pun ada yang kekecilan atau kebesaran pasti dinas pendidikan atau UMKM yang menjahit baju itu bertanggungjawab. Saya yakin itu. Nda mungkin mereka biarkan.

Tanggung jawab Dinas Pendidikan Luwu Timur

Kepala bidang pendidikan dasar, dinas pendidikan Luwu Timur, Agus Zaman mengatakan, seragam sekolah ini sudah selesai dibagikan kemarin.

“Memang terdapat satu atau dua seragam yang kekecilan, tetapi itu sudah dilaporkan ke sekolah masing-masing dan sudah ditindaklanjuti,” ujarnya.

“Kan dari awal kita sudah komitmen dengan UMKM pembuat seragam ini, kalau ada nanti pada saat pembagian ada yang tidak sesuai bisa dilaporkan ke masing-masing sekolah atau UMKM terdekat,” jelasnya lagi.

Tetapi soal seragam sekolah yang tidak cocok ini kata Agus, tidak ada masalah, jangan hawatir, cepat ji teratasi, sepanjang ada laporan.

“Mengenai sepatu sejauh ini belum ada keluhan, karena memang sebelumnya masing-masing ukuran sepatu sudah diserahkan ke pembuat. Bukan UMKM disini yang buat tapi diorder langsung dari Jawa,” terangnya.

“Kalau pun ada misalnya masalah laporkan segera, kami pasti tanggung jawab soal itu, karena kami mau program ini betul-betul dirasakan masyarakat manfaatnya,” jelas Agus.

Tanggapan penerima manfaat

Ibu Marwani, orang tua siswa penerima seragam sekolah mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah. Baginya, dengan bantuan ini sangat meringankan beban orang tua siswa.

“Saya sangat terbantukan, dengan penghasilan kami orang tua yang pas-pasan. Coba kita bayangkan kebutuhan anak saya ini mulai dari topinya sampai sepatu, berapa banyak uang yang dibutuhkan, apalagi kalau seperti saya yang dua anak membutuhkan itu,” ucapnya.

Kalau pun ada seragam yang kekecilan atau kebesaran kata Marwani, biasa lah itu, tidak ada yang seperti ini mau sempurnah, kalau di tempat saya di Malili, berapa banyak yang harus di jahit UMKM, kalau ada yang salah biasalah manusiawi ji itu.

“Tetapi bagi saya ini bukan persoalan, karena kalau ada yang salah, mau ji UMKM bertanggungjawab, dan Alhamdulillah seragam anak saya semua pas – pas,” ketusnya.

Program ‘Tiga Kartu Sakti’

Pembagian 16 ribu lebih paket seragam sekolah ini merupakan bagian dari program unggulan pemerintah daerah kabupaten Luwu Timur lewat program ‘Kartu Luwu Timur Pintar’.

Selain pembagian seragam sekolah, mahasiswa asal Luwu Timur juga menjadi sasaran. Sepanjang Tahun 2025 Pemda Lutim menyalurkan beasiswa sebesar Rp 6 juta per tahun atau Rp 3 juta per semester ke 9.878 mahasiswa.

Sementara layanan kesehatan lewat kartu Luwu Timur sehat Tahun 2025, sudah dinikmati oleh 422.183 pasien rawat inap dan rawat jalan di Puskesmas serta 256 pasien kartu sehat bermodal KTP dan 97.931 pasien lewat BPJS yang preminya dibayarkan oleh Pemda Lutim di RSUD I Lagaligo Wotu.

Untuk program Kartu Lansia sudah diberikan kepada 2.808 orang. Diketahui, Luwu Timur satu-satunya daerah di Sulsel yang memprogramkan untuk kesejahteraan para orang tua yang lanjut usia.

Dampak program ‘Tiga Kartu Sakti’

Berdasarkan data yang dihimpun, kinerja pembangunan kabupaten Luwu Timur sepanjang Tahun 2025, menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi naik 3,70 persen dari Tahun 2024. PDRB harga konstan juga naik menjadi Rp 19,20 triliun. Struktur ekonomi dari pertambangan, pertanian, ekonomi daerah dan konstruksi.

Bahkan, Pemda Luwu Timur berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 5,79 persen atau 18,55 ribu jiwa. Sekaligus menurunkan angka pengangguran menjadi 3,70 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *