INPUTRAKYAT_LUTIM,–Mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan percepatan masa tanam kepada para petani.
Kadis Pertanian (Distan) Lutim, Subhang mengatakan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi mitigasi untuk menjaga produktivitas pertanian, khususnya tanaman pangan seperti padi dan jagung, agar tidak terdampak kekeringan yang berpotensi terjadi saat puncak El Nino, ungkapnya, Rabu (15/4/2026).
“Percepatan tanam ini penting agar fase kritis pertumbuhan tanaman tidak bertepatan dengan periode minim curah hujan. Dengan begitu, kita harapkan hasil panen tetap optimal meski ada ancaman El Nino,” ujarnya.
Soal wilayah yang masih mengandalkan tadah hujan kata Subhang, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari pompanisasi hingga optimalisasi sumber air yang tersedia.
“Khusus daerah tadah hujan seperti Alam Buana, Angkona, Pongkeru, dan Wasuponda, kami akan dorong pompanisasi, pemanfaatan sumber air alternatif, serta memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian seperti pupuk tetap aman,” jelasnya.
Selain itu, Distan Lutim juga menyiapkan benih unggul yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan, serta memperkuat peran penyuluh pertanian di lapangan.
“Kami juga akan menginstruksikan para penyuluh untuk turun langsung mendampingi petani. Mereka akan memberikan edukasi terkait pola tanam yang adaptif terhadap perubahan iklim, termasuk pengaturan waktu tanam dan penggunaan varietas yang sesuai nantinya,” terangnya.
Subhang juga mengimbau para petani agar tidak menunda masa tanam dan mengikuti arahan teknis dari penyuluh, guna meminimalisir risiko gagal panen.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil analisis dan prediksi iklim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Luwu Timur diperkirakan mulai terdampak El Nino pada Juli, dengan puncaknya terjadi pada Agustus 2026.
“Dengan langkah antisipasi yang kita lakukan sejak dini, kami optimistis produksi pertanian di Luwu Timur tetap terjaga meski di tengah ancaman El Nino,” pungkasnya.














