INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– PT Solid Gold Berjangka mencetak pertumbuban kinerja yang mengembirakan tahun 2018. Total volume transaksı mencapai 377,792 lot atau meninglat 33,17 persen di bandingkan tahun 2017 sebesar 283,702 lot, Kamis (16/5/2019).
Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan volume transaksi bilateral (SPA/ Satim Perdagangan Alternatif ) sebesar 37,18 persen menjadi 344,016 lot , sementara hasil volume transaksi multilateral ( komoditi ) naik tipis 2,50 persen dari tahun sebelumnya sebesar 32.920 lot .
Branch Manager PT. Solid Gold, Kezia Pingkan Debry Massie mengatakan,
Pertumbuhan positif ini tak lepas dari dukungan kestabilan pasar dan harga komoditas terutama pada emas, kakao dan olein.
“Meski di tengah tahun politik yang menghangat, pertumbuhan tersebut telah membuktikan bahwa nasabah tidak surut untuk berinvestası di instrumen perdagangan berjangka.
“Kami bangga dengan pencapaian di tahun 2018. Ini menunjukkan bahwa pasar industri berjangka terus berkembang dan memiliki potensi yang luas. Selain tu membuktikan bahwa kekuatan tim SGB berhasil meraih target dengan pertumbuhan yang postif,” terang Kezia.
Hingga akhir Desember 2018, total nasabah baru SGB tercatat mencapai 1.139 nasabah. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 31,52 persen dibandingkan tahun 2017 sebanyak 866 nasabah baru. Catatan positif ini menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap SGB serta dukungan yang besar dari seluruh karyawan dan stakeholder.
Kezia juga menjelaskan, untuk meningkatkan layanan dan transparansi, SGB juga telah memfasilitasi sistem pelaporan transaksi perdagangan berjangka melalul SITNA atau Sistem Informasi Transaksi Nasabah yang disediakan oleh Kliring Berjangka Indonesia dan Bursa Berjangka Jakarta.
“Dengan adanya SITNA setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka dapat dipantau oleh nasabah kapan pun dan di mana pun Ini menjadi wujud komitmen Perseroan dari sisi transparansi,” tuturnya.
Selanjutnya, dalam rangka memperkuat penetrasi pasar, SGB mulai melakukan edukasi untuk meningkatkan literasi terhadap produk investasi derivatif sekaligu memperbesar size industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) seiring minat yang tinggi dari para Investor.
Edukasi tidak hanya diberikan kepada calon nasabah tetapi juga kepada para pekerja media dan masyarakat umum nantinya. Dengan demikian, diharapkan ruang pertumbuhan bagi para pelaku industri pun semakin luas
“Keberlanjutan dan pertumbuhan Industri Perdagangan Berjangka Komoditi tak lepas dari genera muda. Oleh karena itu mulai sekarang SGB pun sudah bergegas mempersiapkan Sumber Daya Mansia yang andal dan profesional untuk membangun era baru industri Perdagangan Berjangka Komoditi di masa depan, kunci Kezia.
Saat ini SGB tercatat sudah memiliki 1 kantor pusat di Jakarta, dan 5 kantor cabang di Jakarta, Semarang, Lampung, Makassar, dan Denpasar, Ke depan, Perseroan berencana akan memperluas ekspansi ke beberapa kota besar lainnya untuk menjangkau nasabah lebih dekat.
Liputan : Noya | Editor : Amk














