Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tahun 2020, Pasien RS Tidak Dibebankan Biaya Obat di Apotik

534
×

Tahun 2020, Pasien RS Tidak Dibebankan Biaya Obat di Apotik

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kabar gembira untuk pasien di kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pasalnya, tahun 2020 pasien tidak lagi dibebankan biaya saat berbelanja obat di Apotik.

Hal itu diungkapkan Najamuddin, anggota DPRD Lutim usai rapat pembahasan KUA PPAS di ruang Banggar DPRD Lutim, Senin (19/08/19).

“DPRD sudah sepakati agar pasien tidak lagi merogoh goceng pribadi saat belanja obat di Apotik luar Rumah Sakit,” ungkap Najamuddin.

Karena kata dia, pemerintah daerah akan menyuntik anggaran ke Rumah Sakit (RS) melalui dana BLUD.

Pelayanan ini diberlakukan bagi pasien Rumah Sakit bukan pasien Puskesmas, ujarnya.

Kebijakan pemerintah daerah tersebut dibenarkan Direktur RSUD I Lagaligo Wotu, Lutim, dr. Benny.

“Iye, tahun depan hal itu diberlakukan. Tadi sudah disetujui DPRD Luwu Timur saat pembahasan KUA PPAS di ruang Banggar,” kata dr. Benny.

Dijelaskannya, semua pasien apabila obatnya tidak tersedia di Apotik Rumah Sakit dapat mengambil obat di Apotik luar Rumah Sakit tanpa harus membayar sepeserpun alias gratis sesuai resep yang diberikan oleh dokter.

“Mengenai hal itu, nanti kami (RS-red) akan membuat kesepakatan bersama pemilik Apotik di Lutim yang tertuang dalam MoU,” bebernya.

Jadi, ketika ada pasien Rumah Sakit terlanjur membayar obat di Apotik, bawakan kami kwitansinya, nanti uangnya kami ganti, terangnya.

Namun perlu dicatat bahwa pelayanan itu diberlakukan bagi pasien yang sudah terdaftar sebagai peserta di BPJS.

Karena selama ini BPJS hanya menanggung obat yang masuk formularius nasional, untuk obat paten tidak.

“Nah, tahun depan semuanya akan ditanggung atau dibiayai oleh pemerintah, sepanjang pasien sudah mangantongi kartu BPJS,” bebernya.

Disinggung besaran anggaran yang akan disiapkan pemerintah kata dr. Benny, kami sudah hitum besaran kasarnya dengan indikator jumlah kebutuhan obat pasien selama ini, diluar tanggungan BPJS.

Dimana lanjutnya, anggaran yang akan dikucurkan mencapi 2 sampai 3 Milyar, total nilai itu kami akan ajukan ke pemerintah daerah nantinya.

“Saya selaku Plt. Direktur Rumah Sakit mewakili teman-teman memberi penghormatan yang luar biasa kepada pemerintah kabupaten Luwu Timur beserta para anggota dewan atas perhatian yang begitu besar kepada masyarakat terutama dalam hal pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Liputan: Redaksi | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *